Pendidikan & Kesehatan

Inilah Jumlah Pendaftar SNMPTN di Unair, ITS, dan Unesa

Surabaya (beritajatim.com) – Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) telah ditutup pada kemarin malam, Selasa (19/2/2019) pukul 22.00. Inilah jumlah final pendaftar SNMPTN di Universitas Airlangga (UNAIR), Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

UNAIR dengan jumlah final pendaftar sebanyak 15.137 siswa dengan program studi (prodi) terfavorit IPA, yakni; Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Farmasi. Sedangkan untuk Prodi terfavorit IPS yaitu; Psikologi, Manajemen dan Akuntansi.

ITS dengan jumlah final pendaftar sebanyak 10.699 siswa dengan prodi terfavorit adalah Informatika, Teknik Elektro, Teknik Industri, Teknik Mesin, dan Sistem Informasi.

UNESA dengan jumlah final pendaftar sebanyak 15.722 siswa dengan prodi terfavorit antara lain; Manajemen 1.455 pendaftar, PGSD 1.141 pendaftar, Akuntansi 921 pendaftar. Ilmu Administrasi Negara 760 pendaftar, Psikologi 755 pendaftar, Ilmu Komunikasi 683 pendaftar, Pend. Matematika 663 pendaftar, Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia 655 pendaftar, Pend. Biologi 628 pendaftar, dan Pend. Bhs Inggris 539 pendaftar.

Dari penuturan masing-masing humas, jumlah pendaftar SNMPTN tahun ini dirasa menurun drastis. Hal tersebut memang sudah diantisipasi oleh masing-masing perguruan tinggi karena pada tahun ini jumlah pendaftar yang eligible dikurangi. Diketahui pula bahwa pada tahun lalu pendaftar SNMPTN di UNESA mencapai 26.443, tentunya angka yang sangat jauh dibandingkan dengan jumlah pendaftar UNESA pada tahun ini.

Dari sebelumnya 50 persen siswa dari sekolah akreditasi A menjadi hanya 40 persen siswa yang diambil dari peringkat tertinggi di sekolah. Sedangkan sekolah dengan akreditasi B hanya bisa mengirimkan 25 persen siswa terbaiknya dan sekolah berakreditasi C hanya hanya mendapatkan jatah 5 persen terbaik dari sekolahnya yang dapat mengikuti SNMPTN.

Dr. Achmad Solihin SE, M.Si, selaku Ketua PPMB UNAIR mengatakan bahwa penurunan kuota sekolah SNMPTN ini memungkinkan jadi penyebab kelesuan minat pendaftar.

Terlebih lagi pihak Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) pusat telah melakukan pemunduran atau penundaan jadwal penutupan SNMPTN dikarenakan dirasa masih sedikitnya pendaftar eligible SNMPTN atau dalam kata lain masih banyak yang belum mendaftar.

“Bisa jadi demikian, mungkin pendaftar yang eligible merasa persaingan cukup ketat di SNMPTN karena proses seleksinya berdasarkan prestasi siswa benar-benar diperketat sehingga siswa-siswa yang rankingnya menengah merasa peluangnya kecil dan kemudian tidak mendaftar,” ujar Solikin.

Ditanya tentang kemungkinan siswa eligible yang tidak mengambil kesempatan di SNMPTN dan peluang di jalur lain, Solikin pun menjawab bahwa kemungkinan besar siswa akan fokus di Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

“Saya rasa siswa akan fokus dulu ke SBMPTN sebelum ke PTS,” pungkasnya. [adg/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar