Pendidikan & Kesehatan

Inilah Evaluasi Bupati Gresik soal PSBB

Gresik (beritajatim.com) – Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) telah resmi diperpanjang hingga Lebaran. Kepala Desa (Kades) se-Kabupaten Gresik ditekankan memaksimalkan pengawasan terhadap warganya.

Hal itu, termonitor usai melakukan evaluasi PSBB tahap pertama. Terkait dengan ini, Bupati Sambari Halim Radianto menuturkan, ada sejumlah hal yang menyebabkan pelaksanaan PSBB di Gresik belum optimal. Di antaranya, jumlah personel yang masih kurang. Ditambah lagi, di setiap area cek poin juga masih tampak sejumlah kendaraan yang lolos dari pemeriksaan.

“Di cek poin kita belum maksimal. Kami minta agar petugas jaga dapat ditambah agar dapat terlaksana secara optimal. Bersama Pak Kapolres dan Pak Dandim akan kita pantau terus. Mudah-mudahan dengan diperketat dapat berhasil,” tuturnya, Senin (11/05/2020).

Sambari menambahkan, yang tidak kalah penting saat ini adalah peran para Satgas Covid-19 di tingkat desa. Kepala Desa bersama BPD didampingi Babinsa dan Bhabinkamtibmas harus bekerja ekstra untuk memonitor kondisi yang ada di wilayahnya masing-masing.

“Pengawasan di tingkat desa harus diperkuat dan satgas kabupaten juga harus ikut mengawasi,” paparnya.

Dirinya mengungkapkan, sejak dilakukan PSBB tahap pertama pihaknya mengaku telah melakukan berbagai upaya termasuk sosialisasi secara masif hingga ke tingkat paling bawah. Dengan upaya tersebut diharap masyarakat mulai paham mengikuti aturan PSBB.

Sementara itu, berdasarkan data Satgas Covid-19 Gresik per 11 Mei 2020. Orang tanpa gejala (OTG) ada 199 orang. Sementara orang dalam resiko (ODR) 1.144 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) 172 orang, dan pasien yang terpapar positif tetap tak ada perubahan 37 orang. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar