Pendidikan & Kesehatan

Inilah Daftar Rumah Sakit yang Menerima Ibu Hamil Terindikasi Covid-19

Foto ilustrasi.

Surabaya (beritajatim.com) – Kasus ibu hamil dengan indikasi Covid-19 (PDP) atau bahkan yang sudah positif yang tidak disertai dengan pemerataan rujukan Rumah Sakit (RS) yang bisa menangani menjadi tugas rumah yang harus segera dicarikan solusi dan diselesaikan.

Hal ini menyebabkan penumpukan pasien ibu hamil PDP atau positif Covid-19 di beberapa RS Rujukan Covid, seperti RSUD Dr Soetomo. Hal itu karena RS lain menolak dan merasa tidak sanggup menangani ibu hamil yang datang dengan hasil test rapid yang reaktif.

Terkait hal ini, Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Surabaya, Dr Brahmana Askandar mengatakan bahwa POGI sudah berkoordinasi dengan Pemkot Surabaya, agar memfasilitasi RS-RS Bersalin yang ada di Surabaya dengan fasilitas Covid-19, seperti ruang isolasi dan kamar operasi bertekanan negatif.

“Kita sudah berdiskusi dengan Pemkot Surabaya untuk dilakukan zonasi dan pemetaan. RS Bersalin akan dibantu pemenuhan fasilitas agar bisa menjadi rujukan RS bersalin untuk Covid-19. Prinsipnya ada ruang isolasi, dan ruang operasi bertekanan negatif,” terang Dr Brahmana kepada beritajatim.com melalui sambungan telepon, Selasa (30/6/2020).

Saat ini, RS rujukan Covid-19 yang bisa digunakan untuk bersalin ada RSUD Dr Soetomo, RS Husada Utama, RSUD Dr Soewandi, RSUD Bhakti Dharma Husada, RSAL dan RSUA.

“Saat ini memang masih RS besar, tapi itupun bisa penuh karena RS bersalin yang biasa nya jadi tujuan saat melahirkan tidak bisa menangani Covid-19, untuk itu zonasi dan pemerataan fasilitas menjadi sangat perlu, bayangkan kalau semua ke RSUD Dr Soetomo, yang sudah overload sampai 180 persen,ketika ada pasien baru pasti pasiennya jadi tidak tertangani dengan baik, sedangkan kalau RS lain sudah punya fasilitas yang sama maka, ini akan terurai,” paparnya.

Di sisi lain, Tri Rismaharini Walikota Surabaya mengatakan juga akan membantu masalah rujukan ibu hamil dengan indikasi Covid-19 agar tidak terjadi penumpukan yang serupa, saat berkunjung ke Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) untuk memberikan donasi Alat Pelindung Diri (APD), di hari yang sama.

“Saya akan melakukan penataan rujukan agar ini tak terjadi. Termasuk membuat komunikasi yang efektif dengan RS yang ada di Surabaya,” ujar Risma. [adg/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar