Pendidikan & Kesehatan

Inilah Cara Pondok Pesantren di Jember Beradaptasi dengan Normal Baru

Santri dengan didampingi seorang pengurus menyemprotkan disinfektan ke seluruh asrama dan kamar santri putra dan putri

Jember (beritajatim.com) – Pondok pesantren di Kabupaten Jember, Jawa Timur, harus beradaptasi dengan normal baru di tengah situasi pandemi Covid-19. Salah satunya Pondok Pesantren Nurul Islam, Antirogo, yang didampingi Palang Merah Indonesia Kabupaten Jember.

Kepala Biro Kepesantrenan Pondok Pesantren Nurul Islam Antirogo Jember, Ustadz Ilham Nawafillah mengatakan, setiap kegiatan belajar-mengajar, santri diharuskan menggunakan masker dan menjaga jarak. “Di samping itu penyemprotan desinfektan secara rutin dilakukan setiap Jumat dan Minggu,” katanya, sebagaimana dilansir Humas PMI Jember, Minggu (26/7/2020).

Tiga santri dengan disampingi seorang pengurus menyemprotkan disinfektan ke seluruh asrama dan kamar santri putra dan putri. Sasaran penyemprotan termasuk masjid Baitun Nur yang digunakan sebagai pusat kegiatan ibadah, ngaji diniyah, dan salat jamaah para santri.

Nurul Islam memiliki santri lama sebanyak 1.717 yang terdiri dari 785 santrwan dan 932 santriwati, santri baru angkatan tahun 2020 sebanyak 1.018 santri, dengan rincian 457 santriwan dan 561 santriwati. Jumlah keseluruhan santriwan dan santriwati sebanyak 2.735 santri yang dari Jember, Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Madura, Bali, Jakarta, Kalimantan, Sumatera, dan Papua.

PMI Jember terus mendampingi pondok pesantren yang memiliki 500-1000 santri dan gencar melakukan promosi kesehatan keliling di 31 Kecamatan. Masyarakat menganggap wabah sudah berakhir, sehingga kasus baru mengalami kenaikan tiap harinya.

foto/ilustrasi

“Itu perlu pencegahan partisipatif dan masif. Keterlibatan tokoh masyarakat maupun pengasuh ponpes yang menjadi panutan bagi lingkungan sekitarnya diperlukan untuk mendisiplinkan protokol kesehatan selama wabah belum berakhir,” kata Humas PMI Jember Gufron Evian Effendi,.

PMI Jember terus memperkuat komunikasi intensif dengan pengurus pondok pesantren. “Tujuannya agar protokol kesehatan menjadi kebiasaan baru atau tata tertib santri di setiap aktivitas, dan memperketat pengawasan di pintu keluar masuknya wali santri atau tamu yang akan melakukan kunjungan ke pondok pesantren,” kata Gufron. [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar