Pendidikan & Kesehatan

Inilah Bahaya Makanan Siap Saji dan Kuliner Zaman Milenial

Dr. Kusnandar Anggadiredja, MSc, PhD saat memberikan pemahaman tentang bahayanya hiperkolesterolemia saat pembukaan cabang Unicity di Intiland Tower Surabaya, Surabaya, Selasa (3/3/2020).(manik priyo prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Perkembangan teknologi menuntut masyarakat untuk serba cepat atau instan. Terlebih di era milenial ini pola komsumsi masyarakat di Indonesia banyak yang menyukai makanan siap saji. Padahal, tak sedikit makanan siap saji ini terdapat kandungan kolesterol jahat (LDL).

Melihat kondisi ini diprediksi dengan pola makan tak sehat, manusia akan terancam terkena hiperkolesterolemia. Dr. Kusnandar Anggadiredja, Lektor Kepala Universitas Institut Teknologi Bandung (ITB) menjelaskan, hiperkolesterolemia adalah penyakit yang terjadi saat kadar kolesterol dalam darah melebihi batas normal.

Kolesterol yang tinggi menjadi menumpuk, mempersempit pembuluh darah dan membuat pengidapnya berisiko terserang penyakit jantung koroner, stroke, hingga serangan jantung.

“Masyarakat di era saat ini harus mengetahui penyebab hiperkolesterolemia. Sebab pola hidup masyarakat di dunia termasuk Indonesia dituntut untuk serba cepat. Jadi konsekuensi jika mengonsumsi makanan cepat saji adalah menjaga kesehatan dengan berbagai cara jika tidak ingin terkena hiperkolesterolemia,” jelasnya di sela tanya jawab saat pembukaan cabang Unicity di Intiland Tower Surabaya, Surabaya, Selasa (3/3/2020).

Lebih lanjut Lektor Kepala ITB ini menjelaskan, banyak cara mencegah penyakit yang membuat penyumbatan pembuluh darah ini. Di antaranya adalah olahraga, mengurangi konsumsi makanan berlemak, mengurangi makanan cepat saji, dan mengonsumsi suplemen makanan khusus seperti Bios Life C. Pola hidup sehat ini memiliki kelebihan mencegah penggumpalan lemak tak jenuh di aliran darah pada tubuh.

“Melalui hidup sehat ini membuat tubuh menjadi berkurang kadar LDL atau kolesterol jahatnya. Dari penelitian saya melalui konseling yang mengacu pada pola makan sehat kondisi ini bisa mencegah terjadinya hiperkolesterolemia,” lanjutnya.

Tak hanya itu, dosen lulusan Kyushu University, Fukuoka, Jepang ini juga meneliti 41 orang secara khusus. Penelitian yang mencari tahu petumbuhan perkembangan kolesterol jahat (LDL), kolesterol baik (HDL), kolesterol total (TC), trigliserida (TG) dan apolipoprotein B (ApoB) yang mengacu pada indikasi penderita hiperkolesterolemia. Dari penelitian tersebut, kandungan suplemen makanan yang mengandung Guar Gum, Phytosterols, dan Locus Bean sangat membantu pencegahan terjadinya hiperkolesterolemia.

“Dari penelitian ini hasilnya komposisi tersebut sangat efektif mencegah berbagai penyakit yang ditimbulkan oleh hiperkolesterolemia. Maka pola hidup sehat yang masyarakat ambil sangat berharga dan konsekuensi hidup serba instans juga harus siap di hadapi,” tandasnya. [man/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar