Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Inilah Bahaya Covid-19 Varian Omicron

Kepala Dinkes Bangkalan, Sudiyo

Bangkalan (beritajatim.com) – Varian baru Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) terus berkembang. Terbaru adalah varian omicron diketahui memiliki resiko lebih ganas dibandingkan varian pendahulunya. Hal ini membuat Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, menyiapkan tracing tracking dan treatmenya (3T) lebih ketat.

Kepala Dinkes Bangkalan, Sudiyo menyebutkan, dari berbagai penelitian yang ada, varian Omicron disebut memiliki resiko penularan dan dampak 5 kali lipat lebih ganas dari pada varian Delta ataupun lainnya.

“Selain penularan lebih cepat, risiko kematiannya juga cukup tinggi,” ujarnya, Rabu (1/12/2021).

Ia juga menyebut, Kementrian Kesehatan telah mengimbau agar seluruh daerah melakukan antisipasi untuk menghadapi varian itu, termasuk di Bangkalan. Sehingga, pihaknya akan memperketat tahapan tracing tracking dan treatmenya (3T).

“Salah satunya yakni 3T untuk pekerja migran dan pendatang dari luar negeri diperketat, kita belum tahu sudah masuk Indonesia apa belum,” tambahnya.

Selain melakukan pengetatan 3T, ia juga mengimbau agar masyarakat dapat menuntaskan vaksinasi. Sebab, vaksin Covid-19 dinilai mampu meminimalisir penularan dan meminimalisir resiko terserang virus varian baru.

“Makanya, ayo segera kita tuntaskan vaksinasi. Dengan vaksin tersebut juga akan membantu meminimalisir risiko penularan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Bangkalan, Nur Hasan menyebut perlu adanya strategi baru untuk memperceoat vaksinasi. Hal itu diperlukan agar seluruh masyarakat hingga pelosok desa dapat dijangkau.

“Selain vaksin, Bangkalan ini juga banyak penduduknya yang bekerja di luar negeri. Maka karantina dan 3T harus betul-betul diperketat agar jika ditemukan adanya varian baru, tidak menyebar ke yang lain,” tandasnya. [sar/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Monstera Cafe, Tempat Kopi Hits di Puncak Kota Batu

APVI Tanggapi Soal Kenaikan Cukai Rokok Elektrik

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati