Pendidikan & Kesehatan

Ini yang Membuat Ponorogo Berstatus Zona Kuning

Kepala Dinkes Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini (foto/dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menurunkan status zona resiko penularan Covid-19 Ponorogo dari zona orange ke zona kuning. Status zona kuning tersebut juga di sematkan kepada 18 kabupaten/kota di Jawa Timur pada Senin (19/10) malam lalu.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini berharap status tersebut dapat dipertahankan, jangan sampai kembali ke zona orange lagi. “Ya semoga bisa dipertahankan, malah – malah ke depan bisa ke zona hijau,” kata Irin sapaan Rahayu Kusdarini, Rabu (21/10/2020).

BNPB menyematkan zona kuning ini, dikarenakan mereka menilai resiko penularan Covid-19 di Ponorogo menurun. Sebab, tambahan kasus konfirmasi mengalami penurunan dalam dua minggu terakhir. Selain itu, Irin menyebut jika angka kesembuhan belakangan meningkat.

Sehingga, angka pasien yang diisolasi bisa ditekan. Dari data terakhir, jumlah pasien yang positif sebanyak 501 orang. Dengan jumlah pasien yang sembuh ada 413 orang dan yang menjalani isolasi ada 70 orang. “Salah satu indikator penurunan status zona adalah angka kesembuhan. Jadi peningkatan angka kesembuhan itu sebagai keberhasilan,” katanya.

Meski zona kuning, Irin berharap masyarakat tetap dituntut untuk tetap disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan. Irin memastikan pengetatan untuk sejumlah sektor kegiatan tetap berlaku. Sebab, pengetatan yang dilakukan pada bulan September ini membuat angka penambahan kasus harian menjadi turun. “Masyarakat tetap harus menahan diri, pengetatan terhadap beberapa sektor kegiatan masih tetap berlaku,” pungkasnya. (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar