Pendidikan & Kesehatan

Ini Tips Dokter Sujadmiko Setelah Sembuh dari Covid-19: Jauhi Medsos

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto, dr Sujadmiko

Mojokerto (beritajatim.com) – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto, dr Sujadmiko dinyatakan sembuh dari virus corona (Covid-19) setelah hasil swab keduanya negatif.

Mantan Direktur RSUD Prof Dr Soekandar ini membagi pengalamannya selama menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Hasil tes swab kedua keluar tadi sekitar pukul 12.30 WIB, hasilnya negatif. Alhamdulillah dianggap sembuh. Meski saya sudah sembuh, sesuai dengan protokol kesehatan setelah dinyatakan negatif maka saya akan melakukan masa pemulihan selama 2 minggu. Ini dilakukan agar jangan sampai di masa ini tertular lagi,” ungkapnya, Rabu (6/5/2020).

dr Jat (panggilan akrab, re) pun membagikan pengalamannya selama menjalani isolasi mandiri di rumahnya di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Ia selalu menerapkan hidup bersih dan sehat serta selalu memakai masker meskipun menjalani isolasi mandiri di rumah termasuk saat ia tidur.

“Makan yang berimbang, minum obat yang sesuai anjuran, multivitamin. Saya juga mengkonsumsi minuman tradisional empon-empon, seperti jahe, kunyit, temulawak plus sereh dan hadist nabi. Monggo Ini tidak apa-apa untuk di minum. Namun jangan lupa kesembuhan itu kita usaha tapi Allah SWA yang menyembuhkan makanya jangan lupa ibadah dan berdoa,” katanya.

Masih kata dr Jat, selama menjalani isolasi mandiri di rumahnya ia tidak merasakan apa-apa sama sekali sehingga ia berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG). Sehingga selama isolasi mandiri ia layaknya orang tidak sakit karena tidak berasakan apa-apa. Namun ia tetap disiplin selama menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Saya tidak pernah keluar ke halaman, paling nutup pintu saja. Caring (berjemur) di atas (lantai atas) saya lakukan tiap hari dan saya ada sauna di dalam rumah. Bagus untuk kesehatan, untuk ketahanan tubuh, virus menempel bisa mati. Saya sampai suhu 60 derajat celcius selama 15 menit. Sauna saya infrared kayak almari, tidak ada air hanya suhu,” katanya.

Namun ia mengaku tidak menggunakan penyejuk ruangan tapi hanya menggunakan kipas angin. Selama isolasi mandiri di rumah, ia juga olahraga seperti jalan-jalan yang juga dilakukan di dalam rumah. Bahkan selama bulan ramadan, ia tetap berpuasa karena memang ia tidak memiliki gejala apapun.

“Saya puasa, tetap puasa. Mungkin Tuhan memberikan ini (positif Covid-19) biar ibadah lebih khusyuk. Siapa yang tidak kaget awalnya tapi saya harus memberikan contoh pada masyarakat kalau bisa sembuh, jangan panik. Insya Allah doa dan obat-obatan alami sudah bisa sembuh. Kalau memang ada keluhan monggo diobati, isolasi kalau tidak bisa isolasi mandiri monggo di RS karena harus ada pengawasan,” jelasnya.

Ia pun memberikan tips agar selalu berpikir hal yang positif. Meski awal kaget tapi harus segera bangkit dan jangan banyak melihat media sosial (medsos) yang negatif.

Fokus ibadah dan hal-hal positif serta melakukan olahraga ringan. Seperti jalan-jalan dan bersih-bersih, banyak baca Al-Quran dan mendengarkan kajian-kajian ibadah.

“Kegiatan kecil lain lakukan tapi jangan lupa selalu pakai masker karena setiap orang bisa terjangkit, tidak ada gejala. Sehingga wajib pakai masker, mari kita selamatkan generasi muda hingga tua rentan terhadap penularan dari virus ini,” pungkasnya.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar