Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Ini Taktik Pemkab Jember untuk Turunkan Level PPKM

Kegiatan uji antigen di Perumahan Taman Gading, Kecamatan Kaliwates

Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, berupaya keras menurunkan level menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari Level 3 ke Level 2.

Taktik yang digunakan adalah dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis hulu. “Intinya pencegahan. Ada RT (Rukun Tetangga) dan RW (Rukun Warga) . Kalau hulu pasti paling dasar ada;ah RT dan RW. Ini dipimpin Pak Camat sampai RT dan RW, ada puskesmasnya di sana,” kata Bupati Hendy Siswanto, Kamis (5/8/2021).

Pemkab Jember akan melakukan penelusuran (tracing) jika ada warga yang melakukan isolasi mandiri karena Covid-19. “Kalau ada yang isoman, kita kasih bendera merah. Kita kasih sembako dan vitamin, dan dipantau oleh RT-RW, babinsa, dan bhabinkamtibmas,” kata Hendy.

PPKM berbasis hulu ini difokuskan dulu di tiga kecamatan yakni Patrang, Sumbersari, dan Kaliwates. “Karena andil tiga kecamatan ini (dalam angka kasus konfirmasi Covid) hampir 60 persen. Kalau di tiga kecamatan ini bisa kita tekan, insya Allah, level kita bisa turun (dari level 3) ke level 2, sehingga insya Allah ekonomi kita lebih bagus,” kata Hendy.

Salah satu langkah penelusuran berbasis hulu dilakukan di RT 36 Perumahan Taman Gading, Kecamatan Kaliwates. Petugas puskesmas bersama ketua RT mendatangi rumah salah satu warga yang sedang melakukan isolasi mandiri untuk melakukan tes antigen untuk memastikan konfirmasi Covid.

Sementara untuk bantuan sosial, Pemerintah Kabupaten Jember, sudah mendistribusikan beras untuk 136 ribu keluarga. “Dan yang harus didistribusikan (untuk) 400 ribu keluarga. Jadi masih banyak yang belum mendapatkan itu. Mulai besok, 7 Agustus, kita mendistribusikan 100 ribu paket,” kata Hendy.

Pemkab Jember masih melakukan validasi data. “Data kemiskinan sekarang insya Allah meningkat sedikit. Tepatnya bulan ini kami akan menghitung kembali, menyurvei kembali, tepatnya berapa,” kata Hendy.

Pandemi Covid membuat Pemkab Jember kesulitan membuka peluang pekerjaan bagi warga. “Cuma kami support bantuan sembako dari Kementerian Sosial, Kementerian Desa Tertinggal, pemkab, dan Pemerintah Provinsi terkait dengan macetnya perekonomian kita. Tidak terlalu lancar. Pertumbuhan kita sekarang 0,05 persen,” kata Hendy. [wir/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar