Pendidikan & Kesehatan

Ini Penyebab Pamekasan Masuk Katagori Risiko Tinggi Covid-19

Pamekasan (beritajatim.com) – Peningkatan jumlah kasus virus corona khususnya dalam sepekan terakhir, membuat kabupaten Pamekasan tedata sebagai satu dari 11 kabupaten/kota di Jawa Timur, yang masuk katagori zona merah penyebaran Covid-19.

Hal itu berdasar situasi kabupaten/kota di Jawa Timur, melalui 10 indikator dari Gugus Tugas Pusat. Di mana kabupaten Pamekasan terdata sebagai wilayah dengan status katagori risiko tinggi penyebaran wabah virus corona di Indonesia, khususnya di Provinsi Jatim.

“Status ini akibat adanya peningkatan kasus penyebaran Covid-19 di Pamekasan, khususnya dalam sepekan terakhir,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, dr Achmad Marzuki kepada beritajatim.com, Kamis (11/6/2020).

Status tersebut sekaligus menjadikan Pamekasan, sebagai satu-satunya kabupaten di Madura yang mendapat predikat zona merah penyebaran Covid-19 alias katagori resiko tinggi. Sedangkan tiga kabupaten lainnya, yakni Bangkalan, Sampang dan Sumenep masuk katagori resiko sedang alias zona orange.

Update Peta Sebaran Covid-19 Pamekasan, berdasar hasil rilis Tim Satgas Covid-19 Pamekasan, Rabu (10/6/2020).

Peningkatan tersebut tidak hanya terjadi pada kasus pasien positif terinfeksi Covid-19, tetapi juga penambahan pada status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun pasien yang meninggal dunia. Baik meninggal dunia akibat Covid-19 maupun meninggal dengan status PDP dengan katagori reaktif.

Bahkan berdasar update peta sebaran Covid-19 Pamekasan, Rabu (10/6/2020) kemarin. Jumlah status Orang Dalam Resiko (ODR) meningkat tajam dan bertambah hampir sekitar 100 persen lebih dari update sebelumnya, yakni mencapai angka sebanyak 1.280 orang dibandingkan sebelumnya yang tercatat sebanyak 592 orang.

Saat ini terdata sebanyak 52 orang di Pamekasan yang dinyatakan terpapar wabah virus corona, jumlah tersebut meliputi sebanyak 32 orang yang tengah menjalani perawatan, sebanyak 10 orang dinyatakan sembuh, serta sebanyak 10 orang lainnya meninggal dunia.

Sementara total status PDP terdata sebanyak 73 orang, meliputi sebanyak 46 orang dalam pengawasan, sebanyak 14 orang dinyatakan sembuh dan 13 orang lainnya meninggal dunia. Sementara untuk status Orang Dalam Pantauan (ODP) terdata sebanyak 511 orang, meliputi sebanyak 470 orang dinyatakan selesai pantauan dan 41 orang lainnya dalam status pantauan. [pin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar