Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Ini Maskot Unik Pimnas ke-35 di UMM

Universitas Muhammadiyah Malang. (Humas UMM)

Malang (beritajatim.com) – Pekan Ilmiah Mahasiswa nasional (PIMNAS) ke-35 akan segera dilangsungkan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Gelaran bergengsi ini akan digelar pada 30 November hingga 4 Desember mendatang.

Rencananya, ribuan peserta dari berbagai daerah dan kampus akan hadir ke Malang. Sebagai persialan UMM telah menyiapkan berbagai hal agar rangkaian acara bisa berjalan dengan baik. Salah satu yang menarik yaitu maskot dan logo PIMNAS 35 yang diberi nama Si Panji.

Kepala Biro Informasi dan Komunikasi (infokom) UMM, Suyatno dan tim persiapan adalah penggagas Si Panji. Dikatakan dia, Si Panji memberikan nilai filosofis yang menarik. Dimulai dari helm astronot yang menggambarkan mahasiswa sebagai ilmuwan. Sementara topeng panji menjadi simbol kesenian daerah Malang, yaitu tari topeng Malangan dengan tokoh utama seorang kestaria bernama Panji Asmoro Bangun.


“Tokoh ini merupakan kesatria yang ceras, lembut hari, bijaksana, serta tegas dalam mengambil keputusan. Wajahnya yang berwarna hijau menjadi cermin akan sifat-sifat tersebut,” ujar Suyatno.

Maskot Pimnas ke 35

Dosen UMM itu juga sempat menyinggung makna jas dan dasi yang dikenakan. Menurutnya, dua item itu menggambarkan profesionalitas mahasiswa sebagai kaum intelektual dan calon pemimpin masa depan. Selain itu, ada juga pakaian penari topeng malang yang menjadi visualisasi dari Malang Raya. Kemudian yang terakhir adalah sepatu yang merepresentasikan kaum intelektual yang mengedepankan etika, estetika, dna kesantunan.

“Kami memilih maskot Si Panji dengan harapan semua mahasiswa peserta PIMNAS yang datang dari penjuru negeri dapat mewarisi kecerdasan dan sifat-sifat baik dari Panji Asmoro Bangun. Selamat berkompetisi dengan sehat, semoga mendapatkan hasil terbaik dari usaha-usaha yang diupyakan,” tandas Suyatno.

Adapun PIMNAS merupakan ajang resmi tahunan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam bidang penalaran untuk memperlombakan karya ilmiah mahasiswa tingkat nasional. Ajang ini juga menjadi penjabaran dari program menciptakan iklim akademis yang kompetitif di kalangan mahasiswa Indonesia. Selain itu juga sebagai forum pertemuan ilmiah dan komunikasi produk kreasi mahasiswa, diikuti oleh mahasiswa atau kelompok tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) seluruh Indonesia. [luc/but]

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar