Pendidikan & Kesehatan

Ini Cara Perumda Tirta Kanjuruhan Optimalkan Pelayanan di Tengah Wabah Covid-19

Malang (beritajatim.com) – Perusahaan Daerah (Perumda) Tirta Kanjuruhan, Kabupaten Malang, tetap melakukan pelayanan air minum semaksimal mungkin. Meski Corona Virus Disease (Covid)-19 sudah masuk wilayah Kabupaten Malang.

Dengan pertimbangan itu, Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Kanjuruhan, Kabupaten Malang Syamsul Hadi, Rabu (18/3/2020) mengatakan, pelayanan air minum merupakan kebutuhan yang sangat vital dalam kegiatan pencegahan penyebaran Covid-19.

Sehingga, kegiatan pelayanan air minum tetap berjalan seperti biasa semaksimal mungkin. Pihaknya juga meminta komitmen dari seluruh pegawai untuk melaksanakan pengendalian resiko internal secara tepat.

Kata Syamsul, untuk tetap melaksanakan kegiatan pelayanan air minum pada masyarakat, maka perusahaan melaksanakan edukasi tentang Covid-19 kepada seluruh karwawan melalui group media WhattsApp (WA), melaksanakan gerakan cuci tangan pakai sabun dan penggunaan Hand Sanitizer di Kantor Direksi maupun unit pelayanan, serta menunda seluruh kegiatan studi lapangan, visitasi, benchmarking atau pendidikan dan pelatihan.

Syamsul menegaskan, perusahaan juga melaksanakan pemeriksaan kesehatan untuk pegawai melalui dokter perusahaan. Selebihnya, perusahaan hanya melaksanakan pertemuan internal dengan membatasi jumlah peserta dan lama waktu pertemuan.

“Kami juga memberlakukan sistem penggunaan ID Card pegawai terbaru sebagai akses masuk ke ruangan di Kantor Direksi, dan perusahaan juga meliburkan siswa yang sedang Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Perumda Tirta Kanjuruhan,” tegasnya.

Syamsul memaparkan, dalam pencegahan penyebaran Covid-19 dilingkungan di Kantor Direksi maupun di Kantor Unit, pihaknya juga memberlakukan pemeriksaan suhu tubuh kepada semua pegawai dan tamu perusahaan dengan alat Termometer Infrared yang disediakan perusahaan.

Pemeriksaan suhu tubuh, lanjutnya, diakukan untuk mengetahui suhu tubuh karyawan atau tamu saat memasuki Kantor Direksi. Dan jika dalam pemeriksaan Termometer Infrared diketahui suhu tubuh mencapai 38 derajat celcius, maka mereka tidak boleh memasuki Kantor Direksi.

“Customer service di kantor direksi atau unit pelayanan kami minta untuk semua tamu menggunakan hand sanitizer yang telah kita sediakan. Bagi pegawai yang saat ini mengalami gejala demam, batuk-batuk, tenggorokan sakit, pernapasan tidak normal, dahak kental, dan anggota tubuh lemas, maka disarankan tidak masuk kerja. Kami sarankan untuk segera memeriksakan kesehatan ke Faskes 1. Seluruh karyawan juga kami instruksikan untuk tidak pergi ke luar kota, tempat umum, dan menghindari kerumunan,” Syamsul mengakhiri. [yog/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar