Pendidikan & Kesehatan

Ini Cara Menghindari Modus Gaslighting dalam Pelecehan Seksual

Foto ilustrasi

Surabaya (beritajatim.com) – Kasus kelainan seksual yang berujung pada pelecehan dan kekerasan baik fisik, mental, maupun seksual banyak terjadi akhir-akhir ini. Bahkan korban tidak hanya dari kaum hawa, melainkan juga banyak kaum adam yang menjadi korban pelecehan seksual.

Saat ini tidak peduli anak baik-baik atau tidak, laki-laki atau perempuan, berpendidikan atau tidak, bisa menjadi korban pelecehan seksual. Karena kasus pelecehan seksual tidak hanya menyerang fisik, tapi juga terjadi secara non fisik yang bisa berupa kejahatan siber. Lantas bagaimana caranya agar kita tidak menjadi korban pelecehan seksual?

Ike Herdiana, M Psi selaku Psikolog dari Help Center Unair mengatakan bahwa pelaku pelecehan seksual memang kebanyakan merupakan orang dengan gangguan mental yang membutuhkan waktu dan banyak upaya untuk menyembuhkannya.

Intervensinya bisa dengan farmakoterapi/obat dan psikoterapi (mengubah pikiran, mengelola emosi dan mengarahkan tindakan positif). “Bisa sembuh? Banyak faktor yang menentukan, intinya jika gangguan ringan dengan faktor pendukung seperti disiplin terapi, dukungan sosial, dukungan keluarga kemungkinan pulih lebih cepat,” ungkap Ike, Kamis (30/7/2020), kepada beritajatim.com.

Oleh karena proses intervensi membutuhkan waktu panjang dan upaya yang besar, maka banyak orang dengan gangguan mental berupa kelainan seksual tidak memeriksakan dirinya dan hidup di sekitar kita sehingga berpotensi menjadi predator yang siap mencari mangsa kapan saja.

Ike pun menjelaskan setidaknya ada cara mudah yang bisa kita lakukan supaya tidak menjadi korban pelecehan seksual, diantaranya adalah;

• Meningkatkan kewaspadaan dan lebih aware dengan keadaan sekitar. Lihat-lihat apakah disekitar anda ada orang berperilaku tidak lazim, sebaiknya langsung menjauh.
• Belajar asertif dan bilang tidak jika ada ajakan-ajakan yang tidak wajar.

• Cerita hal yang terjadi jika itu dirasa merupakan bentuk pelecehan kepada kawan atau keluarga atau guru atau dosen dan ketika ada orang meneror atau berusaha masuk ke kehidupan anda dengan pemaksaan.

• Menjalin pertemanan yang sehat saling supportif dan positif dalam bertindak.
• Segera laporkan jika melihat ada teman/orang sekitar yang mencurigakan.

• Bekali diri dengan alat-alat yang bisa membantu jika terjadi pemaksaan atau ancaman terhadap fisik secara tiba-tiba, biasanya alat semprot atau alat lain yang sekiranya membantu. Intinya jangan benda tajam atau benda yang membahayakan jiwa.

Terlebih dari hal itu, pelaku pelecehan seksual biasanya menerapkan gaslighting atau merujuk kepada salah satu bentuk penyiksaan secara psikologi (psikologis) yang terjadi dalam hubungan interpersonal, di mana penyiksa melemahkan rasa percaya diri korban dengan membuat mereka mempertanyakan ingatan, sudut pandang, atau kewarasan mereka.

Dalam contoh gaslighting bisa jadi sebagai berikut: Si A memaksakan kehendaknya kepada Si B, dengan modus jika tidak dituruti maka Si B bersalah kepada Si A dengan berbagai alasan. Seperti jika Si B tidak melakukan hal yang diinginkan Si A maka penyakit Si A akan kambuh, atau Si A akan melakukan bunuh diri karena Si B telah menghancurkan hidup Si A.

Pada dasarnya Gaslighting terjadi saat Si A telah menerapkan berbagai konsep manipulatif yang membuat Si B terjerat dan merasa bersalah jika Si B tidak menuruti Si A.

“Gaslighting ini bisa aja terjadi, itu sebabnya kewaspadaan menjadi sangat penting. Gaslight itu salah satu bentuk kekerasan mental loh, orang bisa berbohong atau memanipulasi orang untuk sepemahaman dengan dia tanpa memberikan kesempatan kita menalar apa yang dibilang. Manipulatif lah ya,” ungkap Ike.

Hampir setiap pelaku pelecehan seksual akan melakukan gaslight kepada korban korbannya. Karena itu menunjukan teritoriti dan pseudo domination atau dominasi palsu yang dapat melemahkan dan mengintimidasi korbannya agar tidak berani bersuara atau berontak.

“Makanya hati hati, kalau sudah merasa ada yang gak masuk akal, sebaiknya kita hentikan berinteraksi dang orang tersebut sebelum masuk terlalu dalam dan membuat kita terjebak,” pungkas Ike. [adg/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar