Pendidikan & Kesehatan

Ini Alasan Pemkot Mojokerto Gelar Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka untuk Siswa TK

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto, Amin Wachid.

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menggelar pelaksanaan uji coba pembelajaran secara tatap muka di sebanyak 64 sekolah pada 19-30 April 2021 meskipun masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Ada beberapa alasan terkait digelarnya uji coba pembelajaran secara tatap muka.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto, Amin Wachid mengatakan, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengizinkan pelaksanaan uji coba pembelajaran secara tatap muka sesuai protokol kesehatan dengan berbagai alasan.

“Dengan alasan, pertama karena penyebaran Covid-19 di Kota Mojokerto sudah melandai. Kedua pada bulan Februari sampai Maret Ibu Wali Kota memprioritaskan vaksin untuk semua guru TK SD dan SMP di Kota Mojokerto,” ungkapnya, Kamis (21/4/2021).

Uji coba pembelajaran tatap muka dengan syarat dengan seizin tertulis orang tua, masing-masing kelas maksimal 5 orang, jarak antar siswa 1 meter, sekolah mematikan alur kedatangan dan alur pulang para siswa. Para siswa dijemput orang tua di luar, di dalam hanya untuk lima orang.

“Orang tua di luar sekolah, hanya 5 orang diizinkan di dalam. Kelas kan A, B jadi ada 10 orang untuk 1/2 jam pembelajaran kemudian ada 45 menit berikutnya dan maksimal 50 persen dari kapasitas. Kami menangnya karena kota kecil dsn sudah divaksin kemudian siswanya cuma 3.964 siswa,” katanya.

Masih kata Amin, sekolah juga harus memastikan proses protokol kesehatan dan daftar periksa protokol kesehatan di upload di Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Uji coba pembelajaran tatap muka terbatas juga dengan izin orang tua karena mayoritas para siswa menginginkan kembali sekolah agar bisa bertemu teman-teman.

“Alhamdulillah pelaksanaannya mulai tanggal 19 April sampai 30 April. Namun sekolah tetap memastikan daftar periksa protokol kesehatan itu wajib dilaksanakan. Peran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan adalah mendorong sekolah untuk segera melaksanakan pemenuhan protokol kesehatan, evaluasi akan tetap dilakukan,” jelasnya. [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar