Pendidikan & Kesehatan

Ini Alasan Pemkab Berlakukan ‘Lockdown’ Lokal Kecamatan Saronggi

Sumenep (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Sumenep terpaksa memberlakukan kebijakan ‘lockdown’ di sebagian wilayah Kecamatan Saronggi karena tingginya jumlah warga setempat yang meninggal akibat terpapar Covid-19.

“Di Kecamatan Saronggi, warga yang meninggal positif Covid-19 cukup tinggi. Dan waktu sebarannya cukup singkat,” kata Sekretaris Daerah Sumenep, Edi Rasiyadi, Senin (21/9/2020).

Kebijakan ‘lockdown lokal’ atau pengetatan wilayah selama 14 hari ke depan berlaku untuk 7 desa di Kecamatan Saronggi yaitu Desa Saroka, Kebun Dadap Barat, Kebun Dadap Timur, Tanah Merah, Langsar, Tanjung, dan Pagar Batu

Keputusan memberlakukan ‘lockdown’ lokal khusus Kecamatan Saronggi berdasarkan kesepakatan bersama antara forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda), forum pimpinan kecamatan (Forpimka) dan seluruh kepala desa di kecamatan tersebut.

Kebijakan itu diambil menyusul data yang ada pada tim satgas Covid-19, jumlah warga Saronggi yang positif terpapar Covid-19 cukup tinggi yakni sebanyak 33 orang. Dari angka tersebut, 6 diantaranya meninggal dunia, 21 orang selesai menjalani isolasi dan dinyatakan sembuh, sisanya masih dirawat di ruang isolasi Covid-19.

“Enam orang yang meninggal dan dinyatakan positif Covid-19 itu rentang waktunya hanya 20-25 hari. Jadi dalam waktu yang cukup singkat, warga Saronggi yang meninggal dan positif terpapar Covid-19 ini cukup tinggi. Prosentasenya 18-20 persen. Paling tinggi dibanding kecamatan lain,” ungkap Edi panjang lebar.

Dengan diberlakukannya kebijakan pengetatan wilayah lokal kecamatan tersebut, aktifitas masyarakat yang akan keluar-masuk daerah tersebut dibatasi. Masyarakat yang tidak memiliki kepentingan mendesak diminta untuk tidak keluar rumah. Demikian juga masyarakat dari luar yang hendak masuk ke wilayah Kecamatan Saronggi, diperketat.

Di pertigaan sebelah kantor Kecamatan Saronggi dijaga ketat aparat gabungan sejak pagi. Masyarakat yang akan melintas keluar masuk wilayah Kecamatan Saronggi dihentikan petugas dan ditanya kepentingannya. Bahkan sejak sore, di pertigaan tersebut dipasang melintang plang dari bambu. Warga yang akan melintas harus mendapatkan ijin dari aparat berwenang. [tem/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar