Pendidikan & Kesehatan

Ini Alasan IKA FH Unair Calonkan Khofifah

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa

Surabaya (beritajatim.com) – Keputusan IKA Fakultas Hukum Univeritas Airlangga mencalonkan Khofifah Indar Parawansa dalam Kongres IKA Unair menutup peluang Abdul Kadir Zailani yang merupakan alumni Fakultas Hukum. Sementara Khofifah adalah alumni Ilmu Politik Fisip Unair.

Menanggapi hal ini Ketua IKA FH Unair Muhammad Yusni SH mengatakan IKA FH ingin mendahulukan kepentingan IKA Unair dan Universitas Airlangga. “Ingat ini yang akan dipilih adalah Ketua IKA Unair. Jadi tidak sedang memilih Ketua IKA FH. Karena itu kami mencari alumni terbaik, tidak harus alumni Fakultas Hukum,” kata Yusni, Jumat (18/6/2021).

Dijelaskan, semua nama yang muncul dalam bursa pencalonan Ketua IKA Unair sudah dibahas oleh pengurus. Nama-nama itu, antara lain, Paulus Totok Lusida (Fakultas Farmasi), Dimas Oki Nugroho (Fisip Unair) dan Abdul Kadir Jailani (Fakultas Hukum).

Nama lain dari Fakultas Kedokteran , misalnya, Hendy Hendarto, Kohar hari Santoso dan Muh Adib Khumaidi serta nama Indra Nur Fauzi dari FE juga masuk dalam pembahasan IKA FH.

“Selain itu kami juga mendengarkan masukan para senior alumni.Nah akhirnya, kami berketetapan memilih Bu Khofifah,” katanya.

Yusni menambahkan, ada tiga alasan utama yang mendasari IKA FH mengusung nama Khofifah. Pertama, soal tempat tinggal calon ketua umum. Dari pengalaman selama ini, kata Yusni soal domisili sangat penting untuk memudahkan koordinasi.

“Kalau calon ketua di Jakarta sangat sulit. Sementara kader kami Cak Abdul Kadir Jailani tinggalnya di Jakarta, sementara Bu Khofifah khan tinggal di Surabaya. Jadi ini poin yang penting untuk efektifitas organisasi,” katanya.

Kedua, pengurus IKA FH Unair juga melihat rekam jejak calon dan jaringan. Dari calon yang muncul, Bu Khofifah dinilai punya keunggulan karena bukan hanya menjadi Gubernir Jatim, tetapi juga pernah menjadi menteri, tokoh NU sekaligus masih menjadi Ketua Muslimat.

“Rekam jejak dan jejaring ini sangat penting untuk memperkuat IKA Unair,’ jelasnya.

Ketiga, IKA FH melihat Bu Khofifah sebagai figur yang sudah matang bisa berkontribusi besar bagi IKA dan Universitas Airlangga. Sebagai Gubernur Bu Khofifah punya panggung yang luas sekali.

“Jadi tidak sibuk membawa IKA Unair untuk membuat panggung bagi dirinya, tetapi akan menyediakan panggung bagi IKA Unair bisa berkontribusi bagi alumni dan almamater,” katanya.

Tentang keberatan beberapa alumni terhadap pencalonan Khofifah, Yusni mengatakan, hal itu wajar karena dalam demokrasi perbedaan pendapat harus dihargai. Namun karena ini sudah menjadi keputusan organisasi, ia mohon mereka yang berbeda pendapat bisa menghargai keputusan pengurus.

“Semua calon bagus, kami memilih yang lebih pas untuk kepentingan IKA Unair dan almamater. Kami punya dasar yang sangat kuat dalam mencalonkan Bu Khofifah katanya. (ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar