Pendidikan & Kesehatan

Ini 3 Zonasi PPDB Jenjang SMP Negeri di Kota Mojokerto

SMP Negeri 1 Kota Mojokerto di Jalan Gajah Mada masuk dalam zona I.

Mojokerto (beritajatim.com) – Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Mojokerto baik jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) menggunakan sistem online. Ada tiga jalur zonasi untuk jenjang SMP Negeri di Kota Mojokerto.

Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum dan Kesiswaan Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas P dan K) Kota Mojokerto, Putra Wira Perkasa mengatakan, PPDB online jenjang TK, SD dan SMP dibuka pada 8 sampai 10 Juni 2021. “Tiga hari selama 24 jam, kita buka,” ungkapnya, Sabtu (5/6/2021).

Pendaftaran secara online bisa dibuka di laman: mojokertokota.siap-ppdb.com. Ada tiga zonasi untuk jenjang SMP Negeri di Kota Mojokerto. Zona I yakni SMP Negeri 1, SMP Negeri 5, SMP Negeri 7 dan SMP Negeri 9. Zona II yakni SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 5.

“Zona III yakni SMP Negeri 3, SMP Negeri 4 dan SMP Negeri 8. Zona I mencakup Kelurahan Balongsari, Gunung Gedangan, Wates, Kedundung, Meri, Sentanan, Jagalan dan Miji Baru. Zona II mencakup Kelurahan Purwotengah, Gedongan, Kauman, Mentikan, Pulorejo dan Magersari,” katanya.

Zona III mencakup Kelurahan Kranggan, Prajurit Kulon, Blooto, Surodinawan dan Miji (selain Miji Baru). Putra menjelaskan, jalur zonasi kuota warga Kota Mojokerto minimal sebesar 50 persen dan luar kota maksimal 15 persen. Jalur zonasi menggunakan jarak domisili berdasarkan Kartu Keluarga (KK) calon peserta didik baru.

“Zona I, pilihannya ada empat sekolah, zona II dua sekolah dan zona III tiga sekolah. Dengan titik koordinat, ditarik garis lurus lintang bujur bukan berdasarkan google map jadi titik koordinat. Untuk tingkat SMP Negeri, kuotanya 2.080 kursi. Mulai dari enam rombel sampai sembilan rombel berdasarkan ketersediaan ruang kelas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas P dan K Kota Mojokerto, Amin Wachid menambahkan, pihaknya juga MoU dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto. Hal itu terkait siswa Kabupaten Mojokerto berjarak dekat dengan sekolah di Kota Mojokerto.

“Seperti Ngingasrembyong Kecamatan Sooko dan Lakardowo Kecamatan Jetis yang jauh ke SMP Negeri di Kabupaten Mojokerto namun dekat ke kita. Daya tampung SMP Negeri kita ada 2.080 dan lulusan 2.204 warga kota, luar kota 752 siswa. Secara riil, kita pingin zonasi. SMP sudah berhasil,” ujarnya.

Menurutnya, jika dalam satu zona tersebut sudah memenuhi kuota penerimaan calon peserta didik, maka Kepala Dinas P dan K, namun ada calon peserta didik belum mendapatkan sekolah maka ia mempunyai hak prerogatif atau hak istimewa. Ia yang akan menentukan calon peserta didik tersebut diterima di sekolah mana dan zona mana.

“Ada pasal terakhir dalam Permendiknas, Kepala Dinas Pendidikan mempunyai hak prerogatif untuk memastikan anak usia sekolah yang belum mencukupi pagu. Yakni di luar zona, misal di zona itu penuh maka Kepala Dinas Pendidikan boleh menggunakan haknya,” tegasnya. [tin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar