Pendidikan & Kesehatan

Ingin Periksakan Diri ke RSUA Terkait Corona, Pahami Alurnya

Surabaya (beritajatim.com) – Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) membuka Poli Khusus Corona bagi masyarakat yang ingin memeriksakan dirinya terkait virus corona Covid 19.

Selama 1 minggu pembukaannya, sudah tercatat 550 pengunjung, yang dalam prosentasenya meningkat dari hari ke hari. Kepala Satgas Penanganan Corona RSUA, Dr Prastuti Asta Wulaningrum SpPD mengatakan bahwa animo yang besar dan minimnya tenaga kesehatan membuat Poli Khusus ini hanya menampung 100 orang pengunjung perhari.

“Karena minimnya tenaga kami hanya bisa membuka pemeriksaan untuk maksimal 1 hari adalah 100 orang, lebih dari 100 akan dialihkan ke hari berikutnya,” ujar dr Prastuti, Senin (16/3/2020).

Bagi masyarakat yang ingin memeriksakan dirinya di Poli Khusus Corona RSUA, bisa memperhatikan tahapan atau alur berikut:

• Pasien yang datang akan disambut security dan mengambil nomer antrean.

• Selagi menunggu, pasien akan diberikan kuisioner untuk diisi. Kuesioner berisi pertanyaan anamnesis terkait riwayat perjalanan dan kontak fisik serta gejala yang dikeluhkan.

• Setelah mengisi kuisinoner, pengunjung akan diarahkan ke step berikutnya yakni dokter penskrining kuisinoner. Bila dalam data kuisinoner terdapat beberapa poin yang sesuai dengan kriteria kemungkinan Covid 19, maka pengunjung akan diarahkan ke dokter di dalam ruangan. Bila dalam kuisinoner tidak didapati urgensi maka, pengunjung akan ditindak sesuai kebutuhan, dan diizinkan pulang.

• Bagi pengunjung yang dalam kuisinoner didapati urgensi atau poin sesuai, maka oleh dokter akan dilakukan beberapa tes seperti, rontgen toraks untuk mengetahui ada tidaknya peradangan paru dan tes darah.

• Setelah melakukan test tersebut maka akan diputuskan termasuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

• Bagi pengunjung yang didapati sebagai ODP, maka orang tersebut bisa memilih untuk observasi mandiri (rawat jalan dan pembatasan diri di rumah) atau observasi klinis (perawatan rawat inap di rumah sakit).

• Bagi pengunjung yang dinyatakan PDP, maka orang tersebut harus di rawat isolasi di Rumah Sakit, kemudian akan dilakukan swab.

• Hasil dari swab keluar dalam 2-3 hari, dan diumumkan oleh TIM dengan koordinasi Dinkes.

• Bagi ODP dan PDP yang diisolasi di RS yang mendapatkan hasil negatif bisa dilakukan rawat jalan jika masih ada gejala sakit dan akan berada dalam pantauan puskesmas tempat domisili pengunjung.

• Bagi PDP dengan hasil Positif Corona maka akan di rawat dengan status Positif hingga dinyatakan sehat dan bisa kembali kembali ke masyarakat.

Dr Prastuti pun mengatakan bahwa Poli Khusus RSUA menyediakan 1 orang dokter, 2 orang ners, 1 radiografer, 1 petugas laborat, 1 petugas pengambilan swab, 1 petugas pengambilan foto toraks.

“Memang untuk saat ini kami hanya bisa menyediakan tenaga segitu, karena minimnya tenaga medis. Jadi kalau pengunjung semakin banyak proses pemeriksaan semakin lama, karena kami orangnya terbatas,” terang dr Prastuti.

“Semua tenaga medis di Poli Khusus Memakai Alat Pelindung Diri (APD) total, serta jalur Poli Khusus dibedakan dengan jalur pasien umum lainnya agar tidak terjadi singgungan. Jadi bagi yang ingin rawat penyakit biasanya tidak perlu khawatir, karena jalurnya beda,” tambahnya.

Dr Alfian Nur Rosyif, salah satu tim Satgas Corona RSUA mengatakan bahwa ide Poli Khusus ini bisa ditiru di semua rumah sakit rujukan.

“Ide Poli Khusus ini bisa dikloning oleh rumah sakit rujukan lainnya, bisa disesuaikan dengan konsep yang sesuai oleh masing masing RS,” kata dr Alfian. [adg/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar