Pendidikan & Kesehatan

Ingin Menjadi Penulis Buku Anak Berilustrator? Begini Caranya

Surabaya (beritajatim.com) – Selain bakat, menjadi selrang penulis perlu diasa dengan banyak membaca dan memiliki imaginer ilustrasi yang tinggi. Namun itu semua dipelajari dengan mengikuti beragam workshop menulis buku salah satunya dengan salah satu penerbit buku anak asal Amerika.

Puluhan penulis asal Surabaya ini dengan antusiasnya mengikuti Journey to publication making picture book, workshop dan pitching bersama Clavis Indonesia, Jumat (20/9/2019) di Localist Caffe, Surabaya.

Winda Susilo, Publiser Clavis Indonesia mengatakan program ini diadakan untuk mencari talent baru seorang penulis dan ilustrator buku anak-anak. Karena melihat saat ini masih jarang ada sosok penulis dan ilustrator yang bisa menuliskan cerita anak dengan pesan yang mudah untuk disampaikan.

Maka dengan program seperti ini, nantinya kita akan saring beberapa penulis yang memenuhi kriteria sesuai dengan Clavis, karena apa buku cerita yang akan diterbitkan bukan hanya dikonsumsi masyarakat Indonesia melainkan juga luar khususnya di Amerika.

Sebelum mereka menghasilkan karya, Clavis Indonesia dengan sengaja menghadirkan Philippe werck
Founder Clavis Books Belgium dan Ratna Kusuma Halim Aurhor dan ilustrator Bunga Penyihir Cilik.

Untuk bisa menulis untuk anak-anak, ada kriteria yang diberikan kepada para calon penulis Clavis yakni cerita yang berkarakter, topik permasalahan dan solusi permasalahan dari cerita tanpa harus menggurui agar si pembaca mudah mencerna.

“Buku ini akan diterbitkan di luar maka sebisa mungkin untuk calon penulis dan ilustrator memiliki kriteria yang sesuai dengan standart clavis, seperti cerita untuk anak ini lebih menonjolkan karakter, bagaimana topik permasalahan yang diangkat anggap saja permasalahan setiap hari terjadi dikehidupan dan solusi dari permasalahan si karater tanpa kita harus menghakimi dan menggurui,”ucap Winda Susilo.

Sementara ditemui secara terpisah Authlt dan ilustrator Bunga Penyihir Cilik, Ratna Kusuma Halim mengatakan jika hal tersulit untuk membuat cerita anak dengan ilustratornya adalah waktu, selain itu memadukan cerita dengan gambar yang dilukis dengan cat air.

“Kesulitanya waktu, karena pengerjaan awal harus manual menggambar dengan cat air seperti membuat batik, kalau salah ya mengulangi lagi, “ucao Ratna.

Namun dibalik karyanya, ada tips bagi para pemula jika ingin menulis sebuah karya khususnya anak-anak. Menurutnya menulis bukan hanya soal talenta, semua harus diawali dengan belajar dan mengerti apa yang ia sampaikan lewat tulisan.

Kemudian jangan pernah menjadi penulis yang anti kritik, terbukalah dengan sesama penulis supaya bisa belajar tulisan yang seperti apa yang dibutuhkan dan dimengerti pembaca lewat komunitas penulis. [way/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar