Pendidikan & Kesehatan

Infeksi Saluran Pernapasan Ancam Anak-anak di Besuki Raya

Lantin Sulistyorini, Dekan Fakultas Keperawatan bermasker

Jember (beritajatim.com) – Penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ispa) mengancam anak-anak pada usia 0-5 tahun di kawasan Besuki Raya, Jawa Timur, yang meliputi Kabupaten Jember, Banyuwangi, Bondowoso, dan Situbondo.

Fakultas Keperawatan (FKep) Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, telah meneliti data 810 pasien anak pada 2017-2018 di tujuh rumah sakit, yakni RS dr Soebandi Jember, RS Balung Jember, RS dr Kusnadi Bondowoso, RS Abdoer Rahem Situbondo, RS Elisabeth Situbondo, RS Jember Klinik Jember, dan RS PTP Kaliwates.

Sebanyak 44,8 persen pasien menderita ispa, disusul penyakit diare dan kejang akibat demam. “Anak-anak ini rentan terpapar mikroorganisme atau patologi. Penyebab ispa banyak faktor. Ada faktor eksternal, bisa karena polusi dan bisa karena bapaknya perokok. Faktor internal bisa karena imunitas,” kata Dekan Fakultas Keperawatan Unej Lantin Sulistyorini kepada beritajatim.com, Rabu (23/9/2020).

Ira Rahmawati, dosen dan peneliti dari Fakultas Keperawatan menambahkan, masih perlu penelitian lanjutan mengapa ispa mendominasi penyakit pada anak di wilayah Besuki Raya. Namun hasil penelitian ini menjadi landasan bagi Fakultas Keperawatan untuk memberikan perhatian lebih kepada ketiga penyakit tersebut, dalam bentuk pemberian mata kuliah bertema ketiga penyakit tersebut.

“FKep memberikan mata kuliah yang fokus kepada perawatan penyakit ispa, diare, dan kejang akibat demam di rumpun mata kuliah Keperawatan Anak kepada mahasiswa,” kata Ira, kegiatan webinar nasional keperawatan di Gedung Soetardjo, sebagaimana dilansir Humas dan Protokol Unej. Mata kuliah tersebut sekaligus menjadi pembeda dengan Fakultas Keperawatan di perguruan tinggi lain karena menonjolkan agronursing. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar