Pendidikan & Kesehatan

Indonesia Incaran Paham Liberal

Pamekasan (beritajatim.com) – Dr Adian Husaini menyampaikan, saat ini Indonesia tengah menjadi incaran paham liberal, sebuah ideologi yang mencita-citakan masyarakat bebas dan dicirikan melalui kebebasan berpikir bagi setiap individu.

Hal itu disampaikan saat mengisi materi Ngaji Pemikiran dengan tema ‘Liberalisasi dan Tantangan Pendidikan Islam Indonesia’ dalam kegiatan Pekan Ngaji 4 Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Panaan, Palengaan, Pamekasan, Rabu (16/1/2019) malam.

“Tugas pendidikan adalah mendewasakan anak secara pemikiran dan kejiwaan sesuai dengan usia, bahkan pendidikan orang terdahulu sudah diajarkan tanggungjawab sejak usia dini,” kata Dr Adian Husaini.

Ia menyampaikan bahwa pendewasaan dalam pendidikan harus dilakukan melalui belajar tentang kehidupan riil, bukan sekedar menjalani soal ujian semata. “Wejangan orang tua ‘semakin menderita (sejak dini) semakin sukses’, termasuk semangat nyantri (menjadi santri),” ungkapnya.

“Tidak hanya itu, kurikulum kita masih diatur oleh golongan (kelompok) sekuler dan materialistis, seperti tentang teori kebutuhan manusia yang tidak menyebutkan atau menyertakan kebutuhan jiwa,” sambung Adian Husaini.

Dalam konteks liberalisme yang didasarkan pada pemahaman kebebasan dan persamaan hak adalah nilai politik yang utama. “Dalam konteks ini, paham liberal mencakup relativisme, pluralisme, sekulerisme, dekonstruksi syariah, gander hingga feminimisme,” jelasnya.

“Bahkan saat ini Indonesia menjadi incaran paham liberal, sebab Indonesia adalah negara keempat terbesar dengan warga mayoritas muslim di dunia. Sehingga cara menangkal paham radikal ini tentunya harus menggunakan ilmu demi memahami esensi sebenarnya,” imbuhnya.

Dari itu pihaknya bersyukur dengan komitmen pesantren yang tetap fokus memberikan pemahaman dasar nilai-nilai keislaman bagi kalangan santri, sekalipun paham liberal juga sudah ada yang masuk dalam kawasan pesantren.

“Tapi kita harus tetap bersyukur dengan bangsa Indonesia yang tetap memperjuangkan nilai-nilai keislaman, demi mendekati tujuan ideal ‘Baldatun Toyyibatun wa Rabbun Ghafur’ (negeri yang subur, makmur, adil dan aman),” pungkasnya. [pin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar