Pendidikan & Kesehatan

Imbas Refocusing, Anggaran Pendidikan di Gresik Dipangkas

Foto ilustrasi

Gresik (beritajatim.com) – Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gresik 2021 yang terkena refocusing berimbas pada sektor pendidikan. Beruntung, refocusing anggaran di Dinas Pendidikan tidak terlalu besar. Begitu pula anggaran rehab ruang kelas (RRK) dan pembangunan ruang kelas baru (RKB) yang tidak terkena refocusing.

Tahun ini, Dispendik Gresik mendapatkan anggaran sebesar Rp 88,1 miliar. Dari dana itu Rp 54,4 miliar di antaranya untuk membangun RRK dan RKB.

Kepala Dispendik Gresik Mahin menuturkan, untuk refocusing APBD kali ini jumlahnya tidak terlalu banyak. Hanya dipangkas Rp 11 miliar. Jika dibandingkan tahun lalu, Dispendik terkena refocusing sekitar Rp 40-50 miliar.

Dengan anggaran sebesar itu, Mahin memastikan anggaran untuk perbaikan sekolah masih bisa berjalan. Tapi, saat ini pihaknya masih melakukan verifikasi berkas sebelum proyek dilakukan.

“Tahun lalu semua anggaran perbaikan sekolah direfocusing. Tapi kali ini sepertinya tidak. Kalaupun hasilnya nanti kena refocusing, hanya dari APBD yang kecil. Ini masih dibahas,” tuturnya, Minggu (29/03/2021).

Berdasatkan data di DPRD Gresik, jumlah sekolah rusak yang butuh perbaikan ada sekitar 380 ruang. Jumlah itu masih menjadi pekerjaan rumah Dispendik. Sebab, jika dilihat anggaran selama ini belum bisa merampungkan perbaikan sekolah itu.

Kabid Managemen Pendidikan Dispendik Gresio Suwono mengatakan, untuk anggaran perbaikan sekolah pihaknya memastikan tidak ada yag direfocusing. Baik dari APBD, DID, maupun DAK. Rinciannya yakni, SMPN 33 Gresik di Driyorejo senilai Rp 10 miliar. Sisanya terbagi menjadi RKK dan RKB. Untuk dari dana insentif daerah (DID) sebesar Rp 11,1 miliar dibagi menjadi, RKK sebesar Rp 3,8 miliar untuk SDN dan RKB Rp 7,3 miliar. Dari dana alokasi khusus (DAK) terdapat Rp 19,4 miliar. Dengan rincian RKB SD Rp 1,7 miliar dan RKK SMP Rp 17,7 miliar.

Terakhir dana dari APBD sejumlah Rp 25,5 miliar meliputi pembangunan SMPN 33 Rp 10,1 miliar, RKB SDN Rp 6 miliar dan RKK SMP Rp 9,5 miliar. “Semuanya itu, masih proses persiapan pelaksanaan proyek, termasuk verifikasi,” ungkapnya.

Sementara itu, secara terpisah Ketua Komisi IV DPRD Gresik Mochammad juga melihat kondisi sekolah-sekolah di Gresik. Ternyata banyak sekolah diketemukan mengalami kerusakan. Namun hal itu memang tidak terlalu terlihat karena berada di dalam sekolahan.

“Saya melihat sekolahan di Desa Dampaan, Cerme. Kondisinya banyak yang rusak. Mulai dari atap yang bolong hingga kayu penyangga yang mulai keropos. Pihaknya berharap, di tahun-tahun ke depan, Pemkab Gresik bisa menambah anggaran untuk sarana prasarana,” pungkasnya. [dny/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar