Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

PPKM Darurat Berdampak pada PKL di Bangkalan

Bangkalan (beritajatim.com) – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, cukup berdampak pada seluruh perekonomian masyarakat salah satunya para Pedagang Kaki Lima (PKL). Terbukti dengan banyaknya pedagang yang menutup lapak di halaman Stadion Gelora Bangkalan (SGB).

Ketua Paguyuban PKL SGB, Jimhur Saros menuturkan, sebanyak 70 persen PKL telah tutup. Hanya tersisa 30 persen yang masih bertahan membuka lapak meski kondisi telah sepi pengunjung.

“Kurang lebih 100 penjual sudah menutup lapak apalagi dengan PPKM Darurat ini membuat kondisi semakin sulit,” tuturnya, Minggu (11/7/2021).

Ia juga mengkritisi pemerintah yang hingga saat ini belum menyalurkan bantuan. Sebaliknya, pemerintah sangat giat untuk melakukan imbauan dengan alasan kemanusiaan.

“Kami harap pemerintah jangan hanya memberatkan orang dengan alasan kemanusiaan, ini (PKL) urusan perut juga kemanusiaan, kita harap pemerintah membantu jangan hanya imbauan lewat mulut saja,” terangnya.

Kritikan juga muncul dari salah satu anggota DPRD Jatim, Mathur Husyairi. Ia mengatakan, adanya PPKM Darurat mestinya pemerintah lebih peka terhadap kondisi psikis, sosial dan ekonomi masyarakat.

“Tapi pemerintah hanya sedikit menemui masyarakat yang sakit, bawa sedikit oleh-oleh terus jeprat jepret taruh di medsos dan laporan ke atasan,” ungkapnya.

Bahkan ia menyebut pemerintah terlalu berselebrasi melakukan sosialisasi PPKM Darurat dan tidak diimbangi dengan serap pendapat kebutuhan masyarakat.

“Saran saya duduk bersama pemimpin ini, level gubernur, bupati, kepala desa, perangkat desa dan berhadapan langsung dengan masyarakat. Keluhannya dan kebutuhannya apa saja,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron mengatakan untuk penyaluran bantuan pihaknya masih menunggu petunjuk teknis (Juknis) dari pusat. Saat ini bantuan yang masih diberikan berupa nasi kotak dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur bagi pasien isolasi mandiri yang ada di rumah.

“Kemarin kita sudah melakukan Vidcon, namun penyalurannya seperti apa, masih kita tunggu juknisnya,” tandasnya. [sar/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar