Pendidikan & Kesehatan

Ilmuan Unair Gagas Lahirnya Indonesia ‘Academy of Management’

Surabaya (beritajatim.com) – Sebagai upaya meningkatkan gairah keilmuan manajemen di Indonesia, berbagai gebrakan telah dilakukan oleh para ahli manajemen, tak terkecuali para pegiat keilmuan manajemen di Universitas Airlangga (Unair). Menjadi salah satu kampus terbaik di Indonesia, Unair terus berupaya menjadi pelopor dalam pengembangan berbagai ranah keilmuan.

Mengenai hal itu, Prof. Badri Munir Sukoco, Ph.D., memberikan berbagai tanggapan di sela kegiatan sebagai co-host “Ph.D Consortium” yang dilangsungkan di Hotel Patra Bali. Guru besar termuda Unair itu mengatakan bahwa upaya  meningkatkan gairah ilmuwan dan keilmuan manajemen di Indonesia adalah dengan memberikan kesempatan kepada ilmuwan manajemen untuk berkolaborasi dengan para pegiat keilmuan manajemen di dunia.

“Salah satu hal penting yang bisa kita lakukan adalah dengan turut aktif menjadi bagian dari Asia Academy of Management,” tuturnya.

Guru besar bidang manajemen itu juga mengatakan bahwa Academy of Management (AOM) yang mulanya berkedudukan di New York Amerika Serikat, telah diikuti oleh berbagai pegiat keilmuan manajemen di dunia. Di Asia, lanjut Prof. Badri, hadir Asia Academy of Management (AAOM) yang menjadi pertemuan ilmuan manajemen top di Asia. “Kita perlu memiliki sebuah lembaga yang seperti itu,” tandas Prof. Badri.

Untuk itu, sebagai salah satu pihak yang memiliki andil besar, Prof. Badri menyusun adanya Indonesia Academy of Management (IAOM). Adanya IAOM, diharapkan para ilmuan manajemen di Indonesia bisa berkolaborasi dan membawa isu nasional ke dunia. “Minimal level publikasinya bisa setara dengan riset ilmuwan dunia,” imbuhnya.

Selanjutnya, saat ditanya perihal kegiatan IAOM ke depannya, Prof. Badri mengatakan bahwa kegiatan yang akan dilakukan relatif sama dengan AAOM. Adanya konferensi, workhshop, riset bersama, dan banyak hal lainnya. “Dari hal ini kami ingin agar ilmu manajemen di Indonesia ini bisa lebih berkembang. Jangan sampai yang jadi rujukan hanya orang luar saja, tapi ilmuwan Indonesia juga,” pungkasnya. [adg/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar