Pendidikan & Kesehatan

IKIP PGRI Jember Jadi Universitas PGRI Argopuro

Rektor Universitas PGRI Argopuro Rudi Sumiharsono. [foto: Oryza A. Wirawan]

Jember (beritajatim.com) – Institut Keguruan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (IKIP PGRI) Jember, Jawa Timur, berubah status menjadi Universitas PGRI Argopuro tahun ini.

“Berdasarkan akreditasi terakhir, IKIP PGRI ternyata dinyatakan bisa bergabung dengan Akademi Akuntansi yang berada di bawah satu yayasan menjadi satu universitas,” kata Rektor Universitas PGRI Argopuro Rudi Sumiharsono, Sabtu (1/5/2021).

Penggabungan menjadi satu universitas ini terwujud setelah ada empat program studi baru tambahan. Empat prodi baru itu adalah biologi murni, teknologi lingkungan, statistik, di bawah Fakultas Sains Teknologi, dan prodi manajemen ritel yang merupakan penggabungan Akademi Akuntansi dan Diploma 3 Akuntansi di bawah Fakultas Ekonomi.

“Sejak kami mengelola IKIP dua tahun terakhir, kami membentuk UPT (Unit Pelayanan Terpadu) Penggalangan Mahasiswa Baru. Di sini ada upaya kegiatan marketing untuk promosi keluar, dan alhamdulillah ada peningkatan jumlah mahasiswa beberapa tahun terakhir,” kata Rudi.

Rudi berharap tahun ini jumlah mahasiswa baru semakin banyak. “Jadi dua tahun lalu dari 650-an mahasiswa, tahun kemarin 850-an, dan kamio berharap kali ini lebih baik lagi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VII Suprapto mengatakan, IKIP PGRI telah menempuh sejumlah proses. “Jadi tiap prodi harus punya lima (dosen S2) untuk pengajuan baru, atau untuk prodi lama disesuaikan dengan jumlah mahasiswa. Kalau mahasiswanya ada 500, ya satu banding 30 atau satu banding 50. Kalau yang diajukan (program studi) S2, maka minimal harus punya dua doktor,” katanya.

Jika sudah menambah prodi, menurut Suprapto, jumlah mahasiswa akan bertambah. “Tapi saya berpesan kualitas harus tetap (terjaga),” katanya. [wir/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar