Pendidikan & Kesehatan

Ikatan Keluarga Alumni Unair Buka Layanan Telekonseling di Jember

Jember (beritajatim.com) – Ikatan Keluarga Alumni Universitas Airlangga (IKAUA) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, membuka layanan telekonseling, obat adjuvant, dan supportive care untuk warga yang menjalani isolasi mandiri.

Telekonseling gratis ini diselenggarakan setiap hari mulai pukul 09.00 – 11.00 WIB dan 15.00 – 17.00 WIB. Warga yang ingin berlonsultasi bisa melayangkan via pesan WhatsApp dengan format yang menunjukkan nama, usia, alamat, desa, dan kecamatan, dan dikirimkan ke Farah (nomor 085234768727) dan Dinda (085730152995).

Program ini berangkat dari persoalan kasus Covid yang meningkat, angka kematian yang tinggi, dan makin meningkatnya masyarakat yang sakit dirawat di rumah. “Kami memiliki tiga program,” kata Ketua IKAUA Cabang Jember I Nyoman Semita.

Pertama, melakukan konseling gratis. “Kami berdiskusi dengan masyarakat yang melakukan isolasi mandiri di rumah untuk mendapatkan penjelasan soal apa yang sekiranya bisa kami bantu,” kata Semita.

Rata-rata warga yang terkonfirmasi positif dan melakukan isolasi mandiri merasa takut. “Mereka panik. Kedua, mereka takut pergi ke rumah sakit karena melihat di rumah sakit sudah penuh pasien. Mereka takut antre dan meninggal di antrean. Ketiga, mereka tidak tahu harus swab gratis ke mana. Padahal swab gratis ada di puskesmas. Keempat, mereka tidak tahu obat apa yang harus diminum,” kata Semita.

Dalam penjelasan terhadap warga yang melakukan isolasi mandiri, tim konseling akan meminta mereka datang ke puskesmas. Dari sana diketahui obat apa saja yang diberikan puskesmas. “Kami memberikan tambahan obat,” kata Semita.

Pemberian obat tambahan bertujuan untuk mencegah penularan virus, sehingga menurunkan angka kasus klaster keluarga. Pasalnya saat ini virus varian Delta banyak memunculkan klaster keluarga dan menular ke tetangga. “Kadang dalam satu keluarga ada tiga sampai lima pasien. Ada pasien yang dalam satu keluarga terkena, paling tua berusia 80 tahun dan termuda usia dua tahun,” kata Semita.

“Obat itu juga untuk mengurangi kasus ringan menjadi kasus berat,” kata Semita. Selain itu obat untuk mencegah kecepatan tumbuhnya virus. Obat ini adalah obat tambahan selain yang diberikan puskesmas.

Kepanikan lain yang dialami warga yang melakukan isolasi mandiri adalah larangan keluar rumah hingga 14 hari. “Terus mau makan bagaimana caranya. Kami coba bantu-bantu memberikan jawaban,” kata Semita.

“Program ketiga adalah supporting care, yakni pendampingan untuk ibu hamil, anak-anak kecil, yang memerlukan bimbingan,” kata Semita. IKAUA Jember tak hanya mengikutsertakan dokter dan perawat menjadi narasumber telekonseling, tapi juga pakar lintas bidang ilmu dan profesi, seperti apoteker, ahli psikologi, ahli hukum, dan lain-lain.

Ada 15 dokter yang menjadi narasumber telekonseling dan 30 orang narasumber nondokter. Profesi keilmuan lain dilibatkan, karena pandemi Covid-19 tak hanya berdampak pada urusan kesehatan. “Terkadang mereka (warga) bertanya tentang masalah ekonomi dan masalah lain. Tapi sebelumnya kami briefing melakukan homogenisasi, supaya teman-teman bisa memberikan jawaban,” kata Semita.

“Kedua, kami melakukan riset kecil-kecilan tentang pertanyaan apa saja yang paling banyak ditanyakan warga. Kami kumpulkan ada 15 pertanyaan. Nah itu yang coba kami jawab,” kata Semita.

Program ini berjalan sejak awal Agustus hingga Oktober 2021. “Dananya dari donasi teman-teman. Mudah-mudahan ada yang tertarik, kami berjalan lebih banyak lagi,” kata Semita.

Bantuan obat untuk para warga yang isolasi mandiri dikirim dengan menggunakan ojek. “Jadi kami juga memikirkan nasib saudara-saudara pengojek walau sedikit,” kata Semita. [wir/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar