Pendidikan & Kesehatan

IKAPMII Jember Khawatir Ada yang Manfaatkan Konflik HMI Bangkalan Vs Agung Ali Fahmi 

Ketua PC IKAPMII Jember Akhmad Taufiq

Jember (beritajatim.com) – Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKAPMII) Kabupaten Jember, Jawa Timur, prihatin dengan konflik antara Wakil Rektor III Universitas Trunojoyo Agung Ali Fahmi dengan Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Bangkalan.

Konflik ini berujung ke jalur hukum. HMI melaporkan Agung ke polisi. Agung pun ditetapkan menjadi tersangka dan dijerat pasal Pasal 45 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informatika dan Transaksi Elektronik.

“Kami mengimbau dengan sangat agar dapat dicarikan solusi terbaik, dengan tetap mengedepankan prinsip penghormatan kedua belah pihak,” kata Ketua PC IKAPMII Jember Akhmad Taufiq, dalam siaran persnya, Sabtu (21/3/2020).

IKAPMII Jember menyerukan penyelesaian lewat jalur dialog dan musyawarah karena PMII-HMI dan IKAPMII-KAHMI adalah aset strategis bangsa Indonesia. “Dikhawatirkan ada pihak lain yang memanfaatkan kasus ini, sehingga dapat merugikan kepentingan bangsa yang lebih besar,” kata Taufiq.

Taufiq menilai PMII-HMI dan IKAPMII-KAHMI adalah sesama organisasi masyarakat yang melakukan penguatan masyarakat sipil dan menjunjung tinggi kepentingan bangsa yang lebih besar.

Sebelumnya HMI melaporkan Agung atas tuduhan pelecehan dan pencemaran nama baik terhadap organisasi yang didirikan Lafran Pane itu. “HMI itu gak punya induk, ibunya Masyumi sudah wafat. Yatim Piatu,” ini sebagian potongan pernyataan Agung Ali Fahmi dalam salah satu grup media sosial. (wir/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar