Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

IIK Bhakti Wiyata Siap Sambut Mahasiswa Merdeka Belajar

Kediri (beritajatim.com) – IIK Bhakti Wiyata siap menyambut mahasiswa baru tahun ajaran 2021-2022, khususnya Mahasiswa Merdeka Belajar. Sebagai institut kesehatan pertama di Indonesia, IIK Bhakti Wiyata telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang pembelajaran. Mulai dari rumah sakit gigi dan mulut, perpustakaan, laboratorium, hingga IIK Shop. RSGM di IIK Bhakti Wiyata merupakan satu-satunya rumah sakit gigi dan mulut di eks-Karesidenan Kediri.

Selain fasilitas penunjang yang disediakan, kredibilitas lulusan IIK Bhakti Wiyata sudah dipercaya di beberapa penyedia layanan kesehatan terutama di Jawa Timur. “Banyak dari mahasiswa kami, yang sudah mendapat kesempatan bergabung di rumah sakit, apotek, dan klinik di Jawa Timur sebelum mereka diwisuda,” ujar Dian Mustofani, wakil ketua PPMB IIK Bakti Wiyata Kediri.

Rata-rata IIK Bhakti Wiyata telah meluluskan 800 mahasiswa dari 21 Program studi baik S1 maupun D3. Kepercayaan ini diwujudkan dengan IIK Bhakti Wiyata meraih penghargaan Kampus Terbaik ke 2 Kategori Institut dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur.

Beasiswa Merdeka Belajar, program Pemkot Kediri bekerjasama dengan IIK Bhakti Wiyata masih membuka pendaftaran hingga tanggal 23 Juni 2021. Hingga saat ini sudah masuk 184 formulir pendaftaran melalui portal beasiswa.kotakediri.go.id. “Hasil seleksi administrasi akan diumumkan pada 25 Juni 2021,” ujar Herwin Zakiyah, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kota Kediri.

Menurutnya ada 4 Jurusan yang dapat dipilih pada Beasiswa Merdeka Belajar, yaitu S1 Kesehatan Masyarakat, S1 Administrasi Rumah Sakit, D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, dan D3 Fisioterapi. Akan dipilih 20 calon mahasiswa terbaik dan mendapat kesempatan kuliah gratis meliputi pembayaran DP3 (uang gedung), daftar ulang, dan SPP selama 4 tahun S1 dan 3 tahun untuk D3.

Peningkatan kualitas SDM menjadi satu misi Walikota Kediri. Abdullah Abu Bakar menyampaikan, salah satu upayanya dengan menghadirkan perguruan tinggi negeri di Kota Kediri, serta memberikan bantuan pendidikan baik menggunakan dana APBD maupun dana pihak lain.

“Beasiswa Merdeka Belajar ini tidak didanai APBD namun menggunakan skema kerjasama dengan perguruan tinggi,” jelasnya. Walikota Kediri mengharapkan mahasiswa yang terpilih memperoleh beasiswa dapat berperan di daerahnya mengingat pada masa pandemi seperti ini kebutuhan terhadap tenaga medis sangat dirasakan. [nm/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar