Pendidikan & Kesehatan

IDAI Nilai Pembelajaran Jarak Jauh Lebih Aman

Jakarta (beritajatim.com) – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menilai perlu ada upaya bersama yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan anak Indonesia perlu terus diperjuangkan, baik melalui pembelajaran tatap muka maupun saat belajar dari rumah.
Hal ini menyusul rencana dimulainya transisi pembelaiaran tatap muka pada bulan Januari 2021 mendatang.
Ketua IDAI DR Dr. Aman B. Pulungan mengatakan, menimbang dan memperhatikan panduan dari World Health Organization (WHO), publikasi ilmiah, publikasi di media massa, dan data Covid 19 di Indonesia maka saat ini IDAI memandang bahwa pembelajaran melalui sistem jarak jauh (PJJ) lebih aman.
Pada kelompok anak yang tinggal di sekolah berasrama, peran keluarga sebagai komunitas terdekat anak terbagi antara keluarga di rumah dengan lingkungan sekolah dan asrama sehingga penting bagi pihak penyelenggara sekolah untuk melaksanakan pemenuhan kebutuhan dasar tumbuh kembang, bimbingan, dan pendidikan perilaku sesuai yang telah diuraikan sebelumnya.
“Sebaiknya dilakukan pengaturan keluar masuk lingkungan sekolah dengan tujuan meminimalkan risiko penyebaran penyakit,” ujar Aman
Menurutnya, keputusan membuka sekolah untuk memulai kegiatan tatap muka dapat berbeda beda dari satu daerah dengan daerah lainnya di Indonesia, karena dipengaruhi berbagai faktor.
Namun demikian, sedapatnya keputusan membuka dan menutup kembali sekolah dalam waktu singkat dihindari karena berdampak pada rutinitas keseharian anak dan keluarga.
Untuk itu diperlukan suatu pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi setempat juga melibatkan berbagai pihak yang terkait dalam upaya kesehatan dan kesejehteraan anak. Kebijakan pembukaan sekolah di masing masing daerah harus meminta pertimbangan dinas kesehatan dan organisasi profesi kesehatan setempat dengan memperhatikan apakah angka kejadian dan angka kematian Covid 19 di daerah tersebut masih meningkat atau tidak.
Dia juga mengingatkan, pihak sekolah hendaknya memenuhi standar protokol kesehatan dengan memastikan dukungan fasilitas yang memadai sesuai anjuran atau petunjuk teknis yang berlaku sebelum merencanakan mulainya pembelajaran tatap muka dan dipastikan dapat terpenuhi selama kegiatan berlangsung.
“Kemudian perlu adanya mekanisme pemantauan pemenuhan standar protokol kesehatan. Pihak sekolah perlu memiliki standar prosedur operasional apabila terdapat murid. guru, danlatau staf yang sakit dan konfirmasi Covid-19,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris IDAI menambahkan, bagi orangtua yang mempertimbangkan persetujuan kegiatan pembelajaran tatap muka dalam masa pandemi harus mempertimbangkan beberapa hal. Pertama, sebaiknya tetap mendukung kegiatan belajar dari rumah. baik sebagian maupun sepenuhnya.
Pertimbangkan apakah partisipasi anak dalam kegiatan tatap muka lebih bermanfaat atau justru meningkatkan risiko penularan. Periksa apakah sekolah sudah memenuhi standar protokol kesehatan yang berlaku. Apabila akan menyetujui partisipasi anak dalam kegiatan belaiar tatap muka, persiapkan pula kebutuhan penunjangnya seperti rencana transportasi, bekal makanan dan air minum, masker, pembersih tangan serta persiapan tindak lanjut apabila mendapat kabar dari sekolah bahwa anak sakit.
“Ajarkan anak untuk mengenali tanda dan gejala awal sakit. serta untuk melapor kepada guru apabila diri sendiri atau teman sepertinya ada tanda dan gejala sakit,” katanya. (hen/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar