Pendidikan & Kesehatan

Ibu Rumah Tangga di Kota Mojokerto Kembali Jadi Pasien Positif Covid-19

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetya. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Seorang ibu rumah tangga di Kota Mojokerto kembali menjadi pasien positif Covid-19. Pasien dengan inisial SR (38) warga Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto dengan diagnosa awal tercatat sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG) ini menjadi pasien positif 47 Kota Mojokerto.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetya mengatakan, pasien SR tidak memiliki riwayat penyakit apapun. “Baik itu hipertensi, diabetes, liver, TBC maupun asma. Diagnosa awal, pasien SR tercatat sebagai OTG,” ungkapnya, Selasa (23/6/2020).

Masih kata Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Mojokerto ini, pasien menjalani rapid test pada tanggal 15 Juni 2020 di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Mojokerto dengan hasil reaktif. Sehingga pasien SR menjalani uji swab.

“Pasien SR menjalani uji swab pada tanggal 16 Juni 2020 dan hasilnya keluar kemarin, yakni positif. Dalam 14 ke belakang, pasien tidak melakukan perjalanan jauh namun ada tiga orang yang kontak erat dengan pasien SR. Yakni suami dan dua orang anak pasien SR. Ketiganya sudah menjalani rapid test,” katanya.

Satu dari tiga orang yang kontak erat dengan pasien SR susah menjalani rapid test, satu diantaranya dinyatakan reaktif. Namun hasil swab yang dilakukan ketiganya, baru satu yang keluar hasilnya. Yakni anak kedua pasien SR, namun hasil swab JA dengan hasil negatif.

“Suami dan anak pertama pasien SR hasil swab nya belum keluar, sedangkan hasil swab anak kedua JA sudah keluar dengan hasil negatif. Sementara pasien SR menjalani isolasi di Rusunawa Cinde. Dengan tambahnya pasien SR, jumlah pasien positif di Kota Mojokerto menjadi 47 orang,” jelasnya.

Peta Sebaran Covid-19 Kota Mojokerto, jumlah pasien positif berjumlah 47 orang. Dengan rincian, sembuh sembilan orang, dirawat 36 orang dan dua orang pasien meninggal. Untuk Pasien Dalam Pemantauan (PDP) sebanyak 12 orang, selesai pemantauan sebanyak enam orang dan meninggal enam pasien.

Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 618 orang, artinya bertambah delapan orang per tanggal 22 Juni 2020. Dengan rincian, dalam pemantauan sebanyak 143 orang dan selesai dipantau sebanyak 475 orang. Dari 47 orang pasien positif, sebanyak 13 orang pasien diantaranya merupakan ibu rumah tangga. [tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar