Pendidikan & Kesehatan

Ibu Hamil Resiko Tinggi Wajib Didampingi Serius

Foto:ilustrasi

Bojonegoro (beritajatim.com) – Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Kabupaten Bojonegoro, Adie Wicaksono mencatat Kabupaten Bojonegoro menyumbang banyaknya angka kematian ibu (AKI) nomor lima se Jawa Timur.

Selama tahun 2016, jumalh AKI tercatat ada 27 kasus. Jumlah tersebut menurun pada tahun 2017 sebanyak 17 kasus. Namun, pada tahun 2018 AKI kembali mengalami peningkatan yang signifikan. Selama setahun ada sebanyak 27 kasus. Sedangkan di tahun 2019 ini sudah ada sebanyak 2 kasus.

“Penanganan lebih intens, informasi dan data yang terintegrasi dengan SKPD lain. Untuk mengurangi AKI harus kerja keras dan integrasi dengan SKPD lain,” ujarnya, Rabu (27/2/2019).

Salah satu bentuk upaya untuk mengurangi ibu hamil risiko tinggi (Risti) pihaknya berharap ada pendampingan secara intens bersama dengan instansi lain, seperti Dinas Kesehatan (Dinkes), Palang Merah Indonesia (PMI) maupun pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). “Jika ada ibu hamil berisiko tinggi harus didampingi terus sampai masa nifas,” ungkapnya.

Beberapa potensi kehamilan yang berisiko tinggi terhadap AKI yang terjadi di Kabupaten Bojonegoro diantaranya, paling banyak pendarahan saat hamil, tensinya tinggi maupun ibu dengan penderita kanker serviks. “Penyebabnya banyak, salah satunya penyakit penyerta,” jelasnya.

Adie mengatakan, tahun ini pihaknya akan melakukan pilot projek desa yang sekarang zero AKI. Salah satu programnya adalah dengan melakukan pendampingan dan pemeriksaan secara berkala terhadap pasangan usia subur (PUS) yang belum hamil. Program tersebut akan diterapkan di Desa Cangakan, Kecamatan Kanor.

“Di Desa Cangakan sekarang masih zero AKI. Ini akan menjadi pendampingan untuk mengurangi AKI,” pungkasnya. [lus/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar