Pendidikan & Kesehatan

Ibu Hamil Berisiko Terinfeksi Virus Corona

Surabaya (beritajatim.com) – Adanya imbauan untuk stay at home menyebabkan masyarakat dibatasi aktivitasnya kecuali untuk keperluan yang sangat penting termasuk pada ibu hamil. Ibu hamil memang lebih berisiko terinfeksi virus corona, karena daya imunnya cenderung lebih lemah, meski begitu pemeriksaan kehamilan tetap perlu dilakukan secara rutin untuk memantau kesehatan ibu dan janin.

Selama masa pandemi Covid-19, terdapat 17.369 ibu hamil dan 20 % (3.474) di antaranya adalah ibu hamil dengan komplikasi. Situasi ini menggerakkan dosen Keperawatan Fakultas Vokasi dan Fakultas Keperawatan untuk melakukan pengabdian kepada masyaratat khususnya kepada ibu hamil risiko tinggi. Pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk memberikan edukasi terkait pemeriksaaan kehamilan (ante natal care) pada ibu hamil selama masa Covid-19.

Dr. Lestari sudaryanti,dr., M.Kes., Amellia Mardhika, S.Kep., Ns., M.Kes., Arina Qona’ah, S.Kep.,Ns.,M.Kep. dan Anestasia Pangestu MT., S.Kep., Ns., M.Kep melakukan pengabdian masyarakat di Balai Desa Candisari Kecamatan Sambeng Lamongan.

Ibu hamil memiliki kewajiban untuk melakukan pemeriksaan secara berkala baik di pelayanan Kesehatan primer maupun rumah sakit rujukan terutama pada ibu hamil risiko tinggi. Pemeriksaan Kesehatan selama pandemi membutuhkan persiapan baik secara fisik maupun mental. Sebagian besar ibu hamil merasa cemas ketika mereka harus keluar rumah atau melakukan pemeriksaan kehamilan di rumah sakit di masa pandemi.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya ibu hamil dengan risiko tinggi dan risiko sangat tinggi dalam melakukan Ante Natal Care (ANC) pada kondisi pandemic Covid-19,” ujar Arina Qona’ah, S.Kep.,Ns.,M.Kep.

Dalam kegiatan pengabdian masyarakat tersebut, penyajian video materi diberikan kepada ibu hamil sebagai informasi terkait ANC pada situasi pandemic, dalam kegiatan pendidikan kesehatan kepada ibu hamil tentang bagaimana pelaksanaan ANC.

Narasumber pada kegiatan ini adalah Muhammad Ardian C.L.,dr.SpoG(K).,M.Kes dari Rumah Sakit Universitas Airlangga yang memaparkan tentang penanganan kehamilan di era pandemi dan kebiasaan baru. Sementara materi terkait pelayanan ibu hamil risiko tinggi selama pandemi di RSUD Dr. Soegiri Lamongan disampaikan oleh Kepala Poli Kandungan, Risnita, Amd. Kep.

Namun, tidak hanya berhenti disitu, kegiatan ini akan dilakukan evaluasi yang berupa evaluasi proses dan evaluasi hasil. Evaluasi proses akan dilakukan tanya jawab oleh narasumber, tim pengabdian kepada masyarakat dengan ibu hamil. Evaluasi hasil akan diberikan kuesioner post penyuluhan.

“Kesehatan ibu sangat berpengaruh terhadap janin, melalui kegiatan ini dapat terjadi peningkatan pengetahuan tentang ANC serta mengatasi kecemasan pada ibu hamil. Melalui hasil evaluasi, kegiatan ini akan dijadikan bahan rekomendasi untuk mengembangkan program selanjutnya,” pungkas Dr. Lestari sudaryanti,dr., M.Kes. [but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar