Pendidikan & Kesehatan

IAIN Madura Siapkan Kuota Khuffadz dan Penghafal Alfiyah

Pamekasan (beritajatim.com) – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, menyiapkan kuota khusus bagi para penghafal Alquran alias Hafidz/Hafidzah maupun penghafal Kitab Alfiyah Ibnu Malik melalui program Jalur Mandiri Khusus.

Kuota tersebut berlaku untuk seleksi penerimaan mahasiswa baru alias MABA pada tahun ini, yakni Tahun Akademik 2020-2021. Sekaligus tercatat dalam kuota 40 persen untuk seleksi masuk melalui jalur Mandiri yang dibagi dalam dua jalur berbeda.

“Untuk jalur Mandiri kita siapkan 40 persen dari total kuota sebanyak 2.200 mahasiswa baru. Untuk katagori Mandiri Khusus diperuntukkan bagi para penghafal Alquran dan Alfiyah Ibnu Malik seribu bait, sedangkan jalur Mandiri Umum kita terapkan seperti seleksi masuk biasa,” kata Rektor IAIN Madura, Mohammad Kosim, Sabtu (11/4/2020).

Dari proses seleksi masuk MABA di Perguruan Tinggi yang beralamat di Jl Raya Panglegur KM 4 Tlanakan, diterapkan tiga jalur berbeda. Selain jalur Mandiri, juga diterapkan jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (SPAN-PTKI), serta jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN).

“Dari tiga jalur ini, kita siapkan kuota sebanyak 2.200 orang. Terdiri dari jalur SPAN-PTKI sebanyak 30 persen, jalur UM-PTKIN sebanyak 30 persen, serta Jalur Mandiri sebanyak 40 persen,” ungkap rektor yang akrab disapa Pak Kosim.

Lebih lanjut ditegaskan, prioritas bagi calon mahasiswa menghafal Alquran dan Alfiyah Ibnu Malik melalui jalur mandiri Khusus sudah diterapkan dalam beberapa tahun terakhir. Sebagian keistimewaan bagi mahasiswa dengan status tersebut dibebaskan dari Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama kuliah.

“Jadi bagi para penghafal Alquran, minimal 15 juz maupun penghafal Kitab Alfiyah kita prioritaskan dan istimewakan seperti yang sudah kita terapkan pada tahun-tahun sebelumnya. Mereka nantinya akan bebas UKT selama kuliah di IAIN Madura,” tegasnya. [pin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar