Pendidikan & Kesehatan

Siapkan Pustakawan Kompeten

IAI Al-Khairat Jadwalkan Diklat Pengelolaan Perpustakaan

Pamekasan (beritajatim.com) – Perpustakaan Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan, menggagas program Diklat Pengelolaan Perpustakaan bagi tenaga perpustakaan sekolah tingkat SD hingga SMA dan sederajat.

Program yang bakal menyajikan sebanyak 9 (sembilan) materi standar demi menyiapkan tenaga perpustakaan yang kompeten, dijadwalkan akan digelar di Auditorium IAI Al-Khairat Jl Raya Palengaan (Palduding) Nomor 2 Pamekasan, selama dua hari kedepan. Terhitung mulai Selasa hingga Rabu (17-18/12/2019) mendatang.

“Kegiatan ini kita gelar berkat kerjasama dengan pihak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pamekasan, sekaligus menunaikan amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan,” kata Kepala Perpustakaan IAI Al-Khairat Pamekasan, Taufik Aris Saputra, Minggu (15/12/2019).

Diakuinya, keberadaan perpustakaan merupakan bagian integral dari sistem pendidikan nasional (sisdiknas) yang bertujuan mewujudkan pembangunan manusia tanpa diskriminasi. “Karena itu, sangat diperlukan tenaga pustakawan profesional dalam penyediaan media literasi,” ungkapnya.

“Dari itu, untuk menunjang profesionalisme personal pengelola perpustakaan sekolah, kami berinisiatif untuk mengadakan program ini dengan menyajikan 9 materi standar. Tentunya juga akan dipandu oleh pemateri profesional juga,” imbuhnya.

Pria yang akrab disapa Taufik juga menjelaskan makna dan tujuan dari program yang digagasnya. Di antaranya memberikan bekal teoritis dan teknis bagi para peserta, serta mencetak pustakawan kompeten dan profesional.

“Semuanya akan kami sajikan dalam materi yang akan dijalani peserta selama dua hari tatap muka, ditambah dua hari studi mandiri serta konsultasi online. Apalagi peserta juga kita wajibkan menyiapkan sarana mandiri beserta buku contoh koleksi perpustakaan masing-masing,” jelasnya.

Berdasar laporan dari sekretariat kepanitiaan, tercatat sebanyak 50 peserta yang terdaftar dalam diklat tersebut. Jumlah tersebut melebihi kuota yang dicangkan hanya untuk 40 peserta terdaftar yang ditutup pada Sabtu (14/12/2019) kemarin.

Jumlah tersebut terdiri dari peserta yang tercacat sebagai delegasi dari sebanyak 40 lembaga pendidikan, terdiri dari perwakilan lembaga pendidikan tingkat SD hingga SMA dan sederajat. [pin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar