Pendidikan & Kesehatan

Humor Punya Pengaruh Besar dalam Efektivitas Pembelajaran

Surabaya (beritajatim.com) – Tertawa itu sehat. Hal ini juga diyakini menjadi salah satu syarat bertahan dari serangan covid-19. Saat tertawa kita menjadi bahagia. Dan, dalam bahagia itu imunitas tubuh akan meningkat. Karena itu, stand up comedy dapat menjadi alternatif untuk menyulut tawa dan bahagia.

Stand up comedy merupakan cabang seni komedi yang lawakannya dilakukan secara tunggal, disebut komika. Materi lawakan yang dibawakan memiliki bahasan topik yang sangat variatif, dengan stand up comedy bahasan isu yang serius yang mencakup tata hukum kenegaraan atau mengenai hal yang receh seperti kekonyolan komika itu sendiri dapat tersampaikan dengan segar. Hal yang sulit dan serius menjadi tersampaikan dengan “nakal” dan penonton tak menyadarinya telah menangkap pesan itu.

Stand Up Comedy belakangan ini sedang menjadi tren pertunjukan bagi masyarakat Indonesia. Bahkan ada beberapa stasiun televisi yang membuat kompetesi untuk menemukan bakat-bakat dari para komika yang ada di Indonesia. Dengan stand up comedy, para komika biasanya menggunakan sebagai media untuk memberi informasi dan berkomunikasi kepada para penonton, dan bisa juga sebagai sarana untuk menyampaikan kritik sosial mereka kepada pemerintah yang dikemas ke dalam lelucon supaya lebih menarik.

Stand Up Comedy tidak hanya berisi tentang lawakan yang hanya berfokus untuk membuat orang tertawa, tapi juga menjadi bentuk metode dalam memberikan informasi. Stand up comedy dapat digunakan sebagai metode pembelajaran.

Penelitian Darmansyah (2012) menunjukkan bahwa metode humor memiliki pengaruh yang sangat baik terhadap efektivitas pembelajaran. Selingan humor sangat membantu para orang tua dalam menyerap materi yang disampaikan. Dalam dunia pendidikan sudah banyak model pembelajaran yang dikenal oleh para pendidik.

Penerapan metode humor berharap dapat memberikan dampak yang positif dan mengatasi permasalahan orang tua/wali murid anak-anak disabilitas, untuk menguatkan perannya dalam pembentukan karakter, pembelajaran, dan pengembangan potensi anak, sehingga dapat memberikan hasil yang optimal bagi perkembangan anak disabilitas.

Maka dari itu, Tim PKM Unesa PATAS (Peduli Anak Disabilitas) yang terdiri atas Chusnul Fitriawati dari prodi S1 PPKn, Nurin Mahfudah dari prodi S1 PPKn, Tis’a Nursya’bani dari S1 PPKn, Muhammad Amir Hamzah dari prodi S1 PPKn, dan Pastri Putri dari prodi S1 PLB menghadirkan stand up comedy sebagai sarana edukasi kepada orang tua tentang pola asuh anak disabilitas bertujuan untuk mempermudah memberikan pemahaman materi kepada orang tua, serta tersimpan dalam memorinya dalam jangka panjang.

Gembira dan tertawa dalam program pendidikan orang tua (parenting education) ini menjadikan materi mudah diterima dan dipahami para orang tua/wali murid anak-anak disabilitas. [but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar