Pendidikan & Kesehatan

Hotel dan Vila di Kota Batu Tutup Semua Selama Pandemi Corona

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko.

Malang (beritajatim.com) – Dampak pandemi virus corona Covid-19 begitu dirasakan oleh pengelola jasa pariwisata dan penginapan di Kota Batu. Dua sektor ini ibarat mati suri, mereka terpaksa tutup karena tidak ada tamu yang datang. Biaya operasional bila nekat buka jauh lebih besar ketimbang pendapatan.

“Dibuka pun pun tidak akan ada orang yang datang, apalagi hotel besar (bintang). Ketika dibuka operasional saja, belum karyawan itu tidak nututi dengan jumlah tamu yang datang. Lebih besar operasionalnya daripada pendapatannya,” kata Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, Rabu (28/4/2020).

Selain itu, sangat berisiko apabila hotel maupun vila atau penginapan lainnya tetap beroperasional. Apalagi pasien positif pertama virus corona berasal dari sebuah hotel di Kota Batu. Pemkot Batu kemudian mengimbau untuk tutup. Kemudian Persatuan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) yang memberikan sosialisi ke seluruh anggotannya.

“Semuanya, vila hampir ribuan. Kalau hotel mungkin sekitar 80an lebih. Pasien pertama didapat dari tamu hotel, itu yang kami sampaikan ke pengusaha hotel yang akhirnya mereka dengan sadar karena resiko itu mereka menutup,” papar Dewanti.

Kebijakan pengelola untuk menutup hotel sudah berlangsung selama April dan kemungkinan besar berlanjut pada Mei. Tergantung kajian dari Dinas Kesehatan Kota Batu terkait penyebaran virus corona. Selain itu, Kota Batu bersama daerah lain di Malang Raya juga tengah bersiap-siap menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Untuk pekerjaanya kami data jadi orang yang terdampak masuk skema bantuan. Hanya warga Batu yang non Batu kalau masih ada bantuan sembako itu yang kami berikan bantuan sembako. Dan memang pariwisata paling punya dampak dengan turunannya bukan hanya hotel, tempat wisata, kuliner, tempat jualan oleh-oleh, kaki lima semua itu sudah diakui tempat wisata paling terdampak,” tandasnya. [luc/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar