Pendidikan & Kesehatan

Di Surabaya

Hotel dan Tempat Wisata Terapkan Protokol Kesehatan Secara Ketat

Pengunjung Kebun Binatang Surabaya [Foto/Manik Priyo Prabowo]

Surabaya (beritajatim.com) – Keramaian mall dan jalan raya sudah mulai nampak di Kota Surabaya sebulan terakhir. Bahkan kepadatan jalan, antrean panjang di trafic light sudah terasa. Bukti akan kembali normal aktivitas ini menunjumkan aktivitas penduduk di Kota Surabaya sudah banyak di luar rumah.

Bahkan restoran dan mall juga sudah mulai ramai dikunjungi. Hotel dan penginapan juga sudah banyak menjadi alternatif para pendatang menginap. Melihat kondisi tersebut kepolisian bersama petugas tiga pilar lainnya mengingatkan pentingnya protokol kesehatan.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Ganis S menjelaskan, pengusaha harus tetap terapkan prokes. “Benar Kota Surabaya sudah mulai ramai jadi wajib prokes. Sebab melalui prokes kita bisa tekan penyebaran virus Corona ini. Penting sekali menerapkan 3M cuci tangan, jaga jarak dan pakai masker,” tandasnya kepada beritajatim.com, Senin (2/11/2020).

Lebih lanjut Ganis menjelaskan tentang pentingnya 3M (mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker). Yakni untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. “Penting. Prokes harus diterapkan mulai dari diri sendiri hingga para pengusaha. Supaya perekonomian tetap jalan dan virus juga tetap ditekan,” lanjutnya.

Sementara itu sejumlah hotel berbintang di Surabaya yang mulai hidup pun menerapkan prokes. Bagi mereka prokes bukanlah sebuah aturan yang ditetapkan pemerintah. Prokes adalah kesadaran yang berdampak positif pada tamu dan pekerja hotel.

Oleh sebab itu seperti JW Marriott Hotel, imbauan untuk mematuhi standard protocol kesehatan terus menerus digalakkan. Terutama dalam operasional sehari-hari untuk menekan risiko penyebaran.

Penerapan 3M sendiri antara lain yang pertama adalah memakai masker. Ya, Bagi para tamu menggunakan masker ketika memasuki area hotel adalah kewajiban. Hal ini berlaku juga ketika tamu berada di public area, dan restaurant. Tak hanya tamu yang menginap, wajib masker diberlakukan juga untuk seluruh karyawan hotel.

“Hal ini sangat perlu diperhatikan karena penularan virus corona dapat melalui droplet atau percikan yang dikeluarkan pada saat kita batuk atau bicara,” jelas Mona Cella, Marketing Communications, JW Marriott Hotel Surabaya.

Hal serupa juga menjadi prioritas pengelola Kebun Binatang Surabaya. Perusahaan daerah milik Pemerintah Kota Surabaya ini sudah dibuka sejak Juli 2020. Namun demikian, pembukaan itu harus dengan penerapan prokes secara ketat.

Pertimbangan ini diharapkan bisa tetap memberikan eksistensi dan kelangsungan pegawai maupun koleksi hewan yang butuh makan. Oleh sebab itu, eksistensi KBS di dunia wisata harus dilanjutkan. Terlebih warga juga menanti sebuah wisata yang mendidik dalam dunia flora dan fauna ini.

“Kami wajib dan penerapan prokes sangat ketat. Bahkan kita bikin one way in out, pemesanan tiket by online dan keluar masuknya pengunjung juga diatur dengan jarak. Terlebih kita membuat tempat cuci tangan di sejumlah titik. Tanpa masker dan suhu di atas 37 pengunjung juga dilarang masuk,” jelas Agus Supangkat, Humas PDTS Kebun Binatang Surabaya. [man/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar