Pendidikan & Kesehatan

Hindari Penyakit Hepatitis, Anggota Polrestabes Surabaya Ikuti Tes Kesehatan 

Surabaya (beritajatim.com)- Urusan Kesehatan (Urkers) Polrestabes Surabaya gelar kegiatan screening kepada anggota Polri dan ASN di Gedung Bhara Daksa, Markas Polrestabes Surabaya, Selasa (6/8/19).

Urkes yang bekerjasama dengan Biddokes Polda Jatim melaksanakan pencegahan penyebaran Hepatitis kepada 130 anggota Polri.

Ka Urkes Bagsumda Polrestabes Surabaya dr Donny mengatakan, kegiatan sosialisasi dan pelayanan kesehatan RS Bhayangkara juga diikuti seluruh pejabat Polrestabes Surabaya.

“Screening Anti Hbs yang diikuti Pejabat Utama Kasat Reskrim AKBP Sudamiran, wakasat Binmas dan Kasubbag Humas AKP M Akhiyar bersama 130 anggota,” jelas dr Donny.

dr Donny memaparkan, gejala umum hepatitis B adalah sakit, kelelahan, menguningnya kulit dan mata (jaundice), dan mual. Semua jenis hepatitis menyebabkan peradangan hati.

Jika kasus hepatitis B terdeteksi terlambat atau telah menjadi hepatitis B kronis. Apabila sudah ditemukan hepatitis B dengan munculnya bekas luka pada hati disebut sirosis, hal inilah yang membatasi kemampuan fungsi hati.

“Kanker hati dapat berkembang pada jaringan bekas luka sehingga tujuan pengobatan hepatitis B adalah untuk mencegah sirosis dan kanker hati,” paparnya.

“Kita awali dengan screening anggota apakah ada potensi hepatitis, jika dari hasil screening ini ditemukan maka akan dilakukan suntikan vaksin hepatitis.” lanjut dr. Donny.

Terindikasi ke arah Hepatitis sangat mungkin terjadi ke semua orang, karena petugas sering berinteraksi dengan masyarakat. Adanya proses penularan baik melalui makanan di luar adalah salah satu penyebabnya.

Kasat Reskrim, Sudaimiran yang  mengikuti kegiatan screnning ini puj mengaku senang figrlarnya pemeriksaan kesehatan ini.

“ Sebagai kontrol kondisi tubuh kita ini, kita harus rutin melakukan cek kesehatan, dengan hasil screening anti hbs semoga kita tahu, jika benar benar dalam keadaan sehat.” Ucap singkat AKBP Sudamiran.

Selanjutnya kasubbag Humas juga sangat antusias mengikuti sosialisasi dan screening anti hbs.

Hal tersebut ia sampaikan lantaran seluruh petugas melakukan interaksi ke warga secara langsung. Baik saat non tugas atau bahkan tugas khusus yang mendatangi tempat kotor dab kumuh.

“Karena banyak berinteraksi ini maka perlu adanya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Sebab kesehatan para petugas menjadi pokok dari keamanan masyarakat Surabaya, ” ucap AKP Akhiyar.(man/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar