Pendidikan & Kesehatan

Hindari Covid-19, Ini Terapi Ala Santri

Bojonegoro (beritajatim.com) – Dalam situasi pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) seperti saat ini, tidak dipungkiri lingkungan pondok pesantren menjadi salah satu yang rawan terpapar. Namun, juga tidak sedikit pondok pesantren yang mampu melewati pandemi dan kegiatan pembelajaran berjalan lancar.

Kondisi seperti itu, membuat santri juga merasa khawatir. Namun, niat yang besar untuk belajar sehingga para santri harus melakukan berbagai cara agar tetap sehat dan terhindar dari Covid-19.

Seperti diungkapkan oleh salah seorang santri di Pondok Pesantren Modern Al Fatimah yang ada di Jalan Pondok Pinang, Kabupaten Bojonegoro, Fina Alfu. Santri asal Kabupaten Tuban itu mengungkapkan, dalam menyikapi kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini, ada beberapa terapi yang biasa dilakukan.

Salah satunya adalah dengan memperbanyak salawat dan selalu mengingat Allah SWT. “Kekhawatiran itu pasti ada, tetapi semuanya terpatahkan dengan tetap menjaga kesehatan dan niat yang kuat untuk mencari ilmu,” ungkapnya, Kamis (22/10/2020).

Santri kelas XI itu menambahkan, lingkungan pesantren yang membuatnya belajar dengan nyaman dan bahagia juga menjadi faktor penting menjaga imun. “Sebagai santri salah satunya tidak hanya pintar ngaji, tetapi juga semua bidang,” jelasnya.

Santri lain, Ghaidza mengungkapkan, sistem pembelajaran di pesantren juga ditetapkan sebagai ganjil genap. Jadi, selain berikhtiar untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, lanjut santri asal Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora itu, dia juga selalu melalukan terapi dengan mengaji dan membaca syahadat terus menerus.

“Dengan melakukan terapi terus mengaji, membaca syahadat dan menambah dzikir agar hati tetap tenang dan kami selalu mendoakan pandemi ini segera berakhir,” pungkasnya.

Sementara Pimpinan Pondok Pesantren Modern Al Fatimah, Ansachul Balaya mengungkapkan, selama pandemi Covid-19 ini proses belajar mengajar memang masih tetap berjalan. Meski demikian, baik para ustadz maupun santri tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

“Beberapa waktu lalu, Kapolres Bojonegoro juga telah menetapkan pondok pesantren Al Fatimah menjadi pondok pesantren tangguh semeru,” ujarnya.

Selama ini, lanjut Ansachul, pengurus pondok pesantren dengan rutin juga melakukan penyemprotan disinfektan. Mewajibkan bagi para santri yang balik ke pondok pesantren dengan membawa surat keterangan hasil rapid tes yang menunjukkan negatif. “Kegiatan belajar mengajar bisa berjalan dengan aman, tetap menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya. [lus/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar