Pendidikan & Kesehatan

Hikmah Corona, Wali Murid Banyak yang ‘Sumpek’ Ikut KBM

Ketua PGRI Jember Supriyono

Jember (beritajatim.com) – Pembelajaran di rumah selama diliburkannya sekolah karena wabah Covid-19 sudah berjalan selama satu bulan lebih. Selama itu pula banyak hal yang dievaluasi Persatuan Guru Republik Indonesia Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Ketua PGRI Jember Supriyono mengatakan, ada wilayah tertentu yang mengalami masalah jaringan. “Tapi secara umum, 80-90 persen lancar, karena teman-teman masih menggunakan WhatsApp, dan belum menggunakan aplikasi video conference seperti Zoom. Kalau masih pakai WhatsApp, masih lancar. Teman-teman guru setiap pagi (melaksanakan kegiatan belajar mengajar atau KBM) pakai daring,” katanya, Kamis (23/4/2020).

Wali murid dan guru kelas memiliki grup WhatsApp tersendiri. Menurut Supriyono, tugas disampaikan melalui grup WhatsApp tersebut kepada wali murid. “Kemudian nanti jawaban (hasil kerja siswa) dijaprikan ke guru, dan kemudian diteliti guru,” katanya. Tugas ini benar-benar dinilai guru, karena jika tidak bakal diprotes wali murid.

Bagaimana dengan wali murid yang tak punya ponsel? “Sementara ini karena kita masih mengikuti imbauan pemerintah untuk physicial distancing, teman-teman (wali murid dan siswa) yang punya HP diminta menyampaikan (tugas) kepada teman-teman terdekat, karena jarak rumah mereka tidak jauh juga. Paling tidak wali murid di sini ikut merasakan ternyata jadi guru tidak mudah. Ini hikmah positif corona: wali terlibat maksimal dalam proses belajar mengajar. Tapi karena wali murid tidak semuanya guru, banyak yang marah-marah juga. Sumpek,” kata Supriyono tertawa.

Supriyono meminta kepada para guru agar tak membuat kegiatan belajar mengajar via daring menjemukan. “Tapi bagaimana kemerdekaan belajar muncul. Belajar tidak harus urut A sampai Z, tapi kalau memang ada suatu nilai yang perlu disampaikan seperti gotong royong dalam situasi pandemi, ini bisa digali untuk meningkatkan sikap sosial para siswa,” katanya. [wir/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar