Pendidikan & Kesehatan

Herd Immunity Warga Kota Mojokerto Capai 86,9 persen

Mojokerto (Beritajatim.com) – Kota Mojokerto mendapat apresiasi atas ketaatan masyarakat dalam memakai masker dan menajaga jarak serta capaian vaksinasi teritinggi di Jawa Timur. Dalam anev bersama Wapres RI dan Gubernur Jawa Timur, Rabu (21/7/2021) kemarin, herd immunity Kota Mojokerto sudah mencapai 86,9 persen.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat menyapa warga di sekitar Pondok Pesantren Tarbiyatul Aulad, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. “Kita setiap hari dievaluasi, baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi,” ungkapnya, Kamis (22/7/2021).

Melihat kondisi terakhir pada tanggal 21 Juli kemarin, lanjut Ketua Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Mojokerto, hampir di seluruh daerah se Jawa Timur masih zona merah. Artinya, tegas Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini, beberapa indikator yang telah ditetapkan masih belum membaik.

“Sehingga saya berupaya dengan turun ke masyarakat setiap hari seperti ini, sembil menyapa dan memberikan edukasi. Edukasi yang sangat sederhana yaitu mengingatkan mereka untuk terus tertib bermasker ketika beraktivitas di luar rumah. Dan memanfaatkan pada jam-jam seperti jam 9, jam 10 dimana vitamin D dari sinar matahari masih sangat bagus,” katanya.

Ning Ita (sapaan akrab, red) menjelaskan, karena terbukti dengan berjemur minimal 10 menit dengan menekan titik timus akan menjadi salah satu cara untuk meningkatkan imunitas tubuh manusia. Satu hal yang patut diapresiasi, tingkat ketaataan, tingkat kepatuhan, tingkat kedisiplinan masyarakat warga Kota Mojokerto terhadap penggunaan masker ini kategori sangat baik.

“Ini diapresiasi oleh Pak Wapres dan Ibu Gubernur pada saat anev kemarin. Yaitu sudah di tingkat 93 persen dan juga apresiasi atas ketaatan masyarakat untuk mengikuti vaksinasi karena kita sudah kategori pencapaian herd immunity karena target herd immunity adalah 70 persen sedangkan Kota Mojokerto sudah mencapai 86,9 persen,” jelasnya.

Ning Ita berharap, hal tersebut menjadi indikator ke depan terjadi penurunan yang signifikan terhadap angka kasus baru maupun angka kematian di Kota Mojokerto. Salah satu cara untuk menstimulus agar warga masyarakat yang rajin bermasker dan taat untuk menjalankan protokol kesehatan merasa diapresiasi dengan memberikan reward.

“Pemberian reward ini adalah salah satu cara untuk menstimulus agar mereka tetap tertib, rajin bermasker dan taat untuk menjalankan protokol kesehatan. Dan dengan cara sederhana seperti ini akan menjadi media komunikasi yang efektif untuk mengajak masyarakat lebih taat dan tertib lagi kedepannya terhadap protokol kesehatan,” harapnya.

Terkait pemadaman Penerangan Jalan Umum (PJU) akan dilakukan sejak pukul 20.00 WIB. Sehingga para Pedagang Kaki Lima (PKL) memiliki waktu sedikit lebih panjang untuk berdagang. Ning Ita mengingatkan agar tetap taat protokol kesehatan, sehingga jumlah yang terpapar, keterisian tempat tidur (BOR) di rumah sakit dan angka kematian semakin menurun serta angka kesembuhan semakin meningkat. Sehingga Kota Mojokerto tidak lagi harus melaksanakan PPKM Level 4. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar