Pendidikan & Kesehatan

Hendak Dievakuasi, Pasien Covid-19 Nomor 9 Sempat Tak Kooperatif

Ponorogo (beritajatim.com) – Kepala Desa Ringinputih, Kecamatan Sampung, Ponorogo, Supriadi, membenarkan bahwa salah satu warganya terkonfirmasi positif Covid-19. Dia menceritakan, warga yang berjenis kelamin perempuan itu bukanlah tenaga migran wanita atau perantau yang pulang ke Ponorogo.

Pasien nomor urut 9 itu melakukan bepergian ke Jakarta selama 5 hari, dan pulang pada 11 April 2020. “Saya juga tidak tahu dia ke Jakarta itu untuk berkunjung ke saudaranya atau keperluan lain,” kata Supriadi saat ditemui beritajatim.com di Balai Desa Ringinputih, Sabtu (25/4/2020).

Sepulang dari Jakarta, sebenarnya yang bersangkutan tidak langsung pulang ke rumah. Dia langsung ke rumah sakit karena mengeluh dadanya sesak dan tenggorokan gatal. Dengan riwayat baru pulang bepergian dari zona merah dan ada gejala itu, pihak rumah sakit menyarankan untuk rawat inap. “Namun tidak mau, memilih menjalani isolasi mandiri di rumah,” katanya.

Saat hari terakhir masa isolasi, satgas penanggulangan Covid-19 Desa Ringinputih mendapatkan telepon dari rumah sakit bahwa hasil Swab pasien tersebut positif, sehingga pasien tersebut harus diisolasi ke rumah sakit. Tenaga medis, yang didampingi TNI, Polri, bidan dan kepala desa bersiap untuk menjemput yang bersangkutan di rumahnya.

Namun pasien ini sempat tidak kooperatif. Dia sempat menanyakan hasil Swab yang menyatakan positit tersebut. Padahal hasil itu diterima satgas Covid-19 Desa hanya lewat telepon. Sempat ada pembicaraan yang alot antara si pasien dengan petugas. Tetapi, kata Supriadi, setelah diberi penjelasan berkali-kali, yang bersangkutan akhirnya sadar dan mau diisolasi di RSU Aisyiyah Ponorogo.

“Kabar hasil positif itu kami terima jam satu siang kemarin (24/4/2020), tenaga medis baru berhasil mengevakuasi menjelang adzan magrib, karena yang bersangkutan sempat tidak kooperatif,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, satu lagi warga Ponorogo terkonfirmasi positif Covid-19. Dengan tambahan ini, kini jumlah kumulatif warga yang terjangkit virus corona menjadi 9 orang. Dengan catatan satu orang sudah dinyatakan sembuh.

Pasien dengan nomor urut 9 yang baru dinyatakan positif ini, bukan dari penularan kluster Sukolilo maupun dari Temboro Magetan, melainkan klaster Jakarta. “Klaster Jakarta ini baru di Ponorogo, karena yang bersangkutan pulang dari Jakarta,” kata Bupati Ipong Muchlissoni. [end/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar