Pendidikan & Kesehatan

Hari Pertama PPKM Darurat, Positif Covid-19 di Jombang Tambah 52 Orang

Peta sebaran Covid-19 di Kabupaten Jombang pada Sabtu (3/7/2021). [sumber/Dinkes Jombang]

Jombang (beritajatim.com) – Hari pertama PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat, Sabtu (3/7/2021), kasus positif Covid-19 di Jombang, Jawa Timur, bertambah sebanyak 52 orang. Hal itu berdasarkan data dari update di laman Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

Dalam data tersebut tercatat, pada Jumat (2/7/2021), jumlah kumulatif pasien positif Covid-19 sebanyak 5.419 orang. Selang satu hari, jumlah tersebut menjadi 5.471 kasus. Dengan demikian terdapat penambahan 52 kasus.

 

Kemudian jumlah pasien yang sembuh sebanyak 45 orang. Sehingga jumlah kumulatif pasien sembuh mencapai 4.531 orang. Lalu pasien positif Covid yang meninggal bertambah 7 orang. Dengan demikian jumlah orang meninggal karena Covid-19 tembus 579 kasus.

Dari pergeseran kasus Covid-19 yang sembuh dan meninggal tersebut, bisa diketahui bahwa Covid-19 yang masih aktif sebanyak 361 kasus. Dari jumlah itu, 289 orang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit, sedangkan 72 orang menjalani isolasi mandiri.

Sementara itu sebaran Covid-19 di 21 kecamatan tidak banyak berubah. Yakni, tiga kecamatan masuk zona kuning, masing-masing Ngusikan (2 kasus), kudu (3 kasus). Sedangkan zona oranye berada di tiga kecamatan, yakni Ngoro (7 kasus), Megaluh (7 kasus), Tembelang (8 kasus).

Terakhir, sebanyak 15 kecamatan berstatus zona merah atau risiko tinggi penularan Covid-19. Masing-masing kecamatan itu adalah Kabuh (13 kasus), Plandaan (11 kasus), Ploso (18 kasus), Kesamben (11 kasus, Sumobito (19 kasus), serta Peterongan (20 kasus).

Kemudian Kecamatan Jombang (69 kasus), Diwek (19 kasus), Perak (16 kasus), Gudo (16 kasus), Bandarkedungmulyo (23 kasus), Jogoroto (26 kasus), Mojoagung (21 kasus), Mojowarno (34 kasus), serta Kecamatan Bareng (17 kasus).

Sekdakab Jombang Akhmad Jazuli tak menampik adanya penambahan kasus Covid tersebut. Oleh sebab itu, melalui PPKM darurat, pihaknya menargetkan penurunan jumlah tersebut. Menurutnya, PPKM darurat adalah momen yang sangat tepat dan strategis dalam upaya penanganan Covid-19 yang sedang menggila.

Jazuli juga mengatakan bahwa PPKM darurat di Jombang dilaksanakan mulai Sabtu (3/7/2021) hingga Selasa (20/7/2021). “PPKM darurat ditargetkan mampu menurunkan kasus Covid-19 yang ada di Jombang. Untuk itu, kami berharap seluruh masyarakat mentaati aturan dalam PPKM itu,” kata Jazuli. [suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar