Pendidikan & Kesehatan

Hari Jadi PPNI, ada 75 Perawat Terkonfirmasi Positif di Ponorogo

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Ponorogo Edi Kusnanto (dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Perawat menjadi salah satu garda terdepan dalam penanggulangan pandemi Covid-19. Merekalah yang kontak langsung dalam perawatan pasien Covid-19.

Alhasil, resiko penularan terhadap perawat pun cukup tinggi. Meski dalam tugasnya, perawat ini selalu menggunakan alat pelindung diri (APD).

Tercatat ada 75 perawat di Ponorogo yang terkonfirmasi positif corona saat pandemi Covid-19 melanda bumi reyog dalam satu tahun terakhir. Bahkan, dalam jumlah tersebut, ada satu perawat yang dinyatakan meninggal dunia. Tentu ini menjadi kabar miris bagi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang hari ini (17/3) memperingati hari jadinya yang ke-47 tahun.

“Kami garda terdepan dalam penanganan pasien. Pandemi ini menjadi tugas dan tantangan berat terhadap perawat,” kata Ketua PPNI Cabang Ponorogo Edi Kusnanto, Rabu (17/3/2021).

Meski sudah menggunakan APD lengkap, besar kemungkinan 75 perawat yang terkonfirmasi positif itu, tertular saat bertugas. Bisa jadi, mereka terpapar Covid-19 saat imunitasnya turun. Sehingga virus mudah masuk dan menjangkitinya.

“Alhamdulillah, pemerintah sudah mulai memperhatikan kesejahteraan tenaga kesehatan ini, di tengah perjuangannya bertugas sekaligus melawan Covid-19,” katanya.

Sebagai proteksi perawat terhadap Covid-19, seluruh perawat yang tergabung dalam organisasi PPNI Cabang Ponorogo sudah dilakukan vaksinasi. Edi menyebut pihanya juga sudah memastikan perawat yang bertugas di fasilitas kesehatan baik negeri maupun swasta sudah divaksinasi semua.

“Karena resiko penularan yang tinggi terhadap perawat, kami sudah lega mereka sekarang sudah divaksin Covid-19,” pungkasnya. (end/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar