Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Hari ini Terakhir Penerapan Jam Malam di Bojonegoro

Penyekatan PPKM Mikro di Desa Karangdinoyo Kecamatan Sumberrejo. Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim.com) – Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah mengeluarkan surat himbauan kepada seluruh kepala OPD, Badan dan camat untuk melakukan Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro sebagai tindaklanjut peningkatan kembali kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayahnya.

Surat imbauan tersebut disampaikan mulai 19 Juni 2021 lalu. Dalam surat himbauan tersebut terdapat sembilan poin penting yang disampaikan. Diantaranya untuk melakukan pembatasan kegiatan masyarakat yang menimbulkan keramaian dan kerumunan. Menerapkan pengaturan jam malam mulai 20 Juni 2021 hingga 28 Juni 2021.

Dalam pengaturan jam malam itu bagi pelayanan perbelanjaan dibatasi hanya sampai pukul 21.00 WIB sedangkan untuk tempat makan boleh buka hingga lebih dari pukul 21.00 WIB dengan catatan tidak melayani makan di tempat. Untuk tempat ibadah masih bisa digunakan jamaah dengan mempertimbangkan 50 persen dari kapasitas gedung dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Kegiatan seni, sosial dan budaya masih bisa dilakukan dengan kapasitas kerumunan 25 persen dengan protokol kesehatan.

Pada poin keenam, dalam rangka pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat yang berbasis mikro sampai dengan tingkat Rukun Tetangga (RT) Rukun Warga (RW) yang berpotensi menimbulkan
penularan Covid-19 dengan Kriteria Zonasi Pengendalian Wilayah Tingkat RT:

a. Zona Hijau dengan kriteria tidak ada kasus Covid-19 di satu RT, maka skenario pengendalian dilakukan dengan surveilans aktif, seluruh suspek di tes dan pemantauan kasus tetap dilakukan secara rutin dan berkala;

b. Zona Kuning dengan kriteria jika terdapat 1 sampai dengan 2 rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT selama 7 hari terakhir, maka skenario pengendalian adalah menemukan kasus
suspek dan pelacakan kontak erat, lalu melakukan isolasi mandiri untuk pasien positif dan kontak erat dengan pengawasan ketat.

c. Zona Oranye dengan kriteria jika terdapat 3 sampai dengan 5 rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT selama 7 hari terakhir, maka skenario pengendalian adalah menemukan kasus
suspek dan pelacakan kontak erat, lalu melakukan isolasi mandiri untuk pasien positif dan kontak erat dengan pengawasan ketat, serta menutup rumah ibadah, tempat bermain anak dan tempat umum lainnya kecuali sektor esensial; dan

d. Zona Merah dengan kriteria jika terdapat lebih dari 5 rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT selama 7 hari terakhir, maka skenario pengendalian adalah pemberlakuan PPKM tingkat RT yang mencakup:
1) menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat;
2) melakukan isolasi mandiri terpusat dengan pengawasan ketat;
3) membatasi secara ketat rumah ibadah dan lebih mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah;
4) menutup tempat bermain anak dan tempat umum lainnya secara proporsional sesuai dinamika perkembangan penyebaran Covid-19, kecuali sektor esensial;
5) melarang kerumuman lebih dari 3 orang;
6) Membatasi keluar masuk wilayah RT maksimal hingga Pukul 20.00 WIB; dan
7) meniadakan kegiatan masyarakat yang menimbulkan kerumunan.

Dalam surat tersebut, jika hari libur Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 harus melakukan kegiatan pemantauan, pengendalian dan evaluasi. Baik dari tingkat desa, cek point yang diawasi Dinas Perhubungan dan Satpol PP, bagi warga yang melakukan perjalanan keluar daerah atau lintas provinsi.

“Dalam melaksanakan PPKM Mikro ini sudah ada rambu-rambu yang dikeluarkan oleh bupati,” ujar Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Bojonegoro Masirin, Senin (28/6/2021).

Salah satu desa di Kabupaten Bojonegoro yang melakukan PPKM Mikro diantaranya di Desa Karangdinoyo RT 12 RW 03 Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. Larangan masuk bagi warga dari luar daerah itu untuk menekan penyebaran Covid-19 di daerah setempat.

Camat Sumberrejo Suyanto mengatakan, pemasangan papan peringatan itu memang tidak menutup jalan secara total. Tetapi, hanya memberikan imbauan kepada masyarakat untuk melakukan Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro khususnya yang berasal dari luar daerah.

“Memang di Desa Karangdinoyo, khususnya di RT 11, RT 12 dan RT 09 melakukan pembatasan aktifitas warga,” ujarnya. [lus]


Apa Reaksi Anda?

Komentar