Pendidikan & Kesehatan

Hari ini Pendaftran Terakhir PPDB SMA di Bojonegoro

SMA Negeri 1 Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim.com) – Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Bojonegoro – Tuban, Adi Prayitno mengatakan, sesuai jadwal Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat hari ini merupakan hari terakhir pendaftaran.

Bagi calon siswa yang mendaftar di SMA, bisa melalui jalur Prestasi Gabungan Rerata Nilai Rapor Peserta Didik dan Rerata Nilai Ujian Nasional Sekolah tahun 2019 (SMA) dan Jalur Reguler (SMK). “Pendaftaran terakhir hari ini sampai pukul 23.59 WIB,” ujar Adi Prayitno, Sabtu (27/6/ 2020).

Setelah penutupan pendaftaran, maka lanjut dia, proses selanjutnya yang akan dilakukan adalah pengumuman kelulusan. Pengumuman kelulusan dilakukan pada Minggu 28 Juni 2020. Bagi calon peserta didik yang diterima maka harus melakukan daftar ulang. Daftar ulang sesuai jadwal dilakukan pada Senin – Selasa 29 – 30 Juni 2020.

Sementara Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Bojonegoro Sumarmin mengatakan, jumlah kuota total bagi calon peserta didik tahun ajaran 2020/2021 sebanyak 288 anak. Dengan rincian pendaftaran tahap I, melalui jalur afirmasi 15 persen, jalur perpindahan tugas orang tua 5 persen dan jalur prestasi perlombaan/ kejuaraan 5 persen.

Sedangkan pada tahap II, melalui jalur zonasi dengan kuota 50 persen. Serta pada tahap III, jalur prestasi gabungan rerata nilai rapor dan rerata nilai ujian nasionalsekolah tahun 2019 sebesar 25 persen. “Dari jalur afirmasi, untuk anak keluarga buruh yang belum terpenuhi sebesar 5 persen,” ujarnya.

Sebagian besar pendaftar ini tidak masuk kualifikasi sistem karena salah satu yang menjadi persyaratan adalah orang tua wali harus terdaftar dalam kartu anggota buruh. Dari jalur keluarga buruh, kuota yang disediakan sebanyak 14 peserta didik. Namun yang mendaf hanya satu peserta didik.

“Sehingga untuk kuota yang masih kosong akan dipenuhi dari kuota jalur zonasi,” lanjut Marmin yang juga pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) itu.

Marmin menjelaskan, dalam proses PPDB Tahun Ajaran 2020 ini pihak sekolah hanya menerima data secara online. Semua sistem, mulai dari pendaftaran maupun verifikasi berkas dikendalikan langsung oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. “Panitia sekolah tidak bisa melakukan verifikasi karen semua sudah ada sistem dari provinsi,” pungkasnya. [lus/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar