Pendidikan & Kesehatan

Harap-harap Cemas Tunggu Hasil Swab Massal Santri Temboro

Kepala Dinkes Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini

Ponorogo (beritajatim.com) – Secara kumulatif, jumlah pasien yang terkonfirmasi Covid-19 di Ponorogo ada 12 orang. Dengan rincian 8 orang dari penularan kluster Sukolilo, 3 orang dari kluster Temboro dan seorang lagi dari kluster Jakarta.

Dari 12 orang itu, yang dinyatakan sembuh ada 6 orang. Yang terdiri dari 5 orang dari kluster Sukolilo dan seorang dari kluster Jakarta yang dirawat dan diisolasi di rumah sakit sekitar 2 minggu. “Semoga 6 sisanya yang masih menjalani isolasi di rumah sakit juga bisa segera sembuh,” kata Kepala Dinkes Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini, Selasa (12/5/2020).

Beberapa hari lalu, kata Irin, sapaan Rahayu Kusdarini, dilakukan Swab massal terhadap santri asal Ponorogo yang mondok di Ponpes Temboro Magetan. Hingga hari ini, pihaknya masih menunggu hasil Swab dari Litbangkes Jakarta. Sementara itu, santri yang diswab itu, kembali menjalani isolasi di balai desa di desanya masing-masing.

“Dengan masih diisolasinya santri dari Temboro, diharapkan bisa memutus mata rantai penularan dari klaster ini. Meski kita juga mengharap hasil Swab massal itu negatif semua,” katanya.

Irin mencoba menakar kemungkinan yang terjadi, seandainya dari hasil Swab massal itu banyak yang positif, ya mereka harus diisolasi di rumah sakit. Dan jika terpaksa, ruang di rumah sakit tidak mencukupi, bisa saja diisolasi di luar rumah sakit tetapi tetap di bawah pengawasan Dinkes.

“Sebab dari Kemenkes, jika ada pasien yang tanpa gejala atau OTG, perawatannya bisa dilakukan di luar rumah sakit. Akan tetapi prinsip perawatan kesehatan tetap diberikan kepada mereka yang OTG,” pungkasnya.
[end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar