Pendidikan & Kesehatan

Hanya Dua Sekolah di Bojonegoro yang Tidak Terapkan Pembelajaran Tatap Muka

Bojonegoro (beritajatim.com) – Sekolah menengah atas (SMA) sederajat di Kabupaten Bojonegoro masih ada yang belum menerapkan sistem pembelajaran dengan cara bertatap muka. Data dari Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Kabupaten Bojonegoro dan Tuban ada dua sekolah yang tidak menerapkan pembelajaran tatap muka.

“Sejauh ini masih ada dua sekolah tingkat SMA yang belum menerapkan sistem pembelajaran tatap muka, yakni di Kecamatan Temayang dan Tambakrejo. Alasannya belum mendapat persetujuan dari muspika setempat,” ujar Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Kabupaten Bojonegoro dan Tuban, Adi Prayitno, Selasa (29/9/2020).

Sesuai dengan hasil evaluasi yang dilakukan bersama dengan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro, pembelajaran tatap muka berjalan dengan baik dan lancar. Proses pembelajaran dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan dan ketentuan hanya 25 persen dari jumlah siswa dalam satu kelas yang masuk. Karena Kabupaten Bojonegoro masih zona orange.

“Jika sudah masuk zona kuning bisa tambah 50 persen. Sekarang masih 25 persen. Jika pun sudah 50 persen itu juga disesuaikan, dengan kondisi kewilayahan dari kecamatan, sekolah dan asal siswa,” terangnya.

Sementara, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro Masirin mengatakan, saat ini perkembangan jumlah pasien Covid-19 tergolong tidak mengalami kenaikan secara signifikan. “Kalau melihat seminggu belakangan trennya agak turun, tapi kemarin masih ada penambahan lima orang,” ujarnya.

Sekadar diketahui, update sebaran Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro per 28 September 2020 pasien yang terkonfirmasi positif sebanyak 38 orang aktif dirawat. Penambahan lima kasus baru berasal dari dua orang di Kecamatan Kanor, dan satu orang masing-masing dari Kecamatan Balen, Kapas, dan Kecamatan Baureno.

Secara kumulatif kasus positif Covid-19 sebanyak 428 orang, meliputi aktif (dirawat) 38 orang, sembuh 344 orang dan meninggal dunia 46 orang. Untuk kasus suspect sebanyak 74 orang. [lus/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar