Pendidikan & Kesehatan

Hanya 4 SMA Negeri di Ponorogo yang Penuhi Pagu

Kasi SMA/SMK Cabdindik Jatim Wilayah Ponorogo Eko Budi Santoso(foto/dok.beritajam)

Ponorogo (beritajatim.com) – Pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA sudah selesai pada tanggal 30 Juni 2020 lalu. Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Tumur wilayah Ponorogo mencatat, dari 16 SMA Negeri di Ponorogo hanya empat sekolah yang memenuhi pagu hingga 100 persen. Sekolah tersebut adalah SMAN 1,2,3 Ponorogo dan SMAN 1 Pulung.

“Hanya ada empat SMA Negeri yang pemenuhan pagunya mencapai 100 persen,” kata Kasi SMA/SMK Cabdindik Jatim Wilayah Ponorogo Eko Budi Santoso, Jumat (3/7/2020).

Sedangkan 12 SMA Negeri lainnya bervariasi keterpenuhan pagunya. Ada empat SMA yang prosentase pemenuhan pagunya dibawah 30 persen. Dan sisanya mencapai lebih dari 40 persen dari pagu. Dia mencontohkan SMAN 1 Kauman yang menempati terbawah dalam pemenuhan pagu. Disana sekolah tersebut dikepung oleh SMA/SMK yang sama-sama besar. Sebut saja ada SMAN 1 Badegan, SMKN 1 Badegan, SMAN 1 Sampung, SMK PGRI 2 Sumoroto, SMK Sunan Kalijaga dan dua Madrasah Aliyah (MA). “Jadi letak geografis juga menentukan keterpenuhannya pagu,” katanya.

Sebab selain terjadi di kauman, minimnya keterpenuhan pagu juga dialami oleh SMAN 1 Sooko, SMAN 1 Ngrayun, SMAN 1 Bungkal. Sebagian besar wilayah tersebut merupakan pinggiran atau dekat dengan hutan. Eko menyebut jika setiap tahun selalu kekurangan pagu. Apakah nantinya akan di tutup, wacaana penutupan belum terpikirkan oleh mereka. “Hasil PPDB ini sudah saya dilaporkan kepada Candindik Jawa Timur. Kami nantinya tinggal tunggu apa kebijakan Candindik Jatim di SurabayaSurabaya, ” pungkasnya. (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar