Pendidikan & Kesehatan

Hanya 13 SMPN di Ponorogo yang Penuhi Pagu PPDB

Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo, Soiran. (Foto/dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Dari 56 sekolah menengah pertama (SMP) negeri di Ponorogo, hanya ada 13 SMPN yang memenuhi pagi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun 2021. Kebanyakan, sekolah yang pagunya terpenuhi tersebut, berada di daerah pada penduduk. Seperti di kecamatan Kota, kecamatan Kauman dan kecamatan Balong. Namun begitu, juga ada SMPN di wilayah kecamatan pinggiran yang pagunya juga terisi penuh.

Di kecamatan kota, sekolah yang memenuhi pagi antara lain SMPN 1 Ponorogo, SMPN 2 Ponorogo, SMPN 5 Ponorogo dan SMPN 6 Ponorogo. Sementara untuk sekolah diluar kecamatan kota, yakni SMPN 1 Kauman, SMPN 2 Kauman dan SMPN 2 Balong.

 

“PPDB tahun ini, hanya ada 13 SMP Negeri si Ponorogo yang memenuhi pagu,” kata Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo, Soiran, Sabtu (3/7/2021).

Secara keseluruhan, target pagu SMPN di tahun 2021 adalah 8256 siswa. Sementara siswa yang daftar ke SMPN sebanyak 6552 orang. Sehingga PPDB tahun ini, dipastikan pagunya tidak mencapai target.

“Siswa yang mendaftar tahun ini jumlahnya hanya selisih 50 siswa. Jika tahun lalu ada 6600, tahun ini hanya 6552 siswa yang mendaftar,” katanya.

Dindik Ponorogo, memberikan kesempatan kepada SMPN yang belum memenuhi pagu, untuk masih membuka pendaftaran. Tentu pendaftarannya dilakukan secara offline. Sebab untuk onlinenya sudah ditutup. Berapapun jarak rumah dengan sekolah, jika sekolah yang dituju belum memenuhi pagu, siswa yang mendaftar tersebut pasti akan diterima.

“Kewajiban Dindik kan mensukseskan wajib belajar. Kami masih memberikan kesempatan sekolah yang belum terpenuhi pagu untuk membuka pendaftaran secara offline,” katanya.

Hal tersebut dilakukan, karena fakta di lapangan, masih saja ada siswa yang mendaftar meski pendaftaran secara online sudah ditutup. Soiran mencontohkan ketika ada anak yang menempuh pendidikan di luar kota. Dari perjalanan waktu, yang bersangkutan mungkin tidak kerasan sehingga kembali lagi. Maka, jika mendaftar ke sekolah yang pagunya belum terisi, masih bisa diterima.

“Daftarnya ya secara offline datang ke sekolah yang dituju itu,” pungkasnya. [end/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar